Kota Malang, Bhirawa
Pemerintah Kota (Pemkot) Malang bergerak cepat menyiapkan pelaksanaan program Sekolah Rakyat untuk tahun ajaran 2026/2027. Melalui Dinas Sosial-Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinsos-P3AP2KB), Pemkot kini mulai melakukan penjaringan dan pendataan calon siswa baru yang difokuskan bagi anak-anak dari keluarga miskin.
Kepala Dinsos-P3AP2KB Kota Malang, Donny Sandito, mengungkapkan target sasaran pendataan kali ini adalah masyarakat yang masuk dalam kategori desil 1 dan desil 2 pada Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Untuk memastikan akurasi data di lapangan, pihaknya menerjunkan tim pendamping sosial.
“Kami mengoptimalkan peran pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) dan Pusat Kesejahteraan Sosial (Puskesos). Mereka sudah mulai mendata warga desil 1 dan 2, khususnya anak-anak yang memasuki usia sekolah jenjang SMP dan SMA,” ujar Donny Sandito saat dikonfirmasi, Minggu (24/5) kemarin.
Kendati pendataan berbasis DTSEN sudah berjalan, Donny mengakui pihak Pemkot Malang saat ini masih dalam posisi menunggu petunjuk teknis (juknis) resmi dari Kementerian Sosial (Kemenos) RI. Juknis tersebut sangat diperlukan sebagai acuan regulasi pelaksanaan penerimaan siswa baru, termasuk kejelasan mengenai kuota dan jumlah rombongan belajar (rombel) yang akan dibuka.
“Sampai sekarang juknis dari Kemensos memang belum turun. Kami belum tahu pasti berapa total murid yang akan diterima dan berapa jumlah rombelnya. Proses seleksi baru bisa kita lakukan secara bertahap setelah ada penetapan kuota resmi dari pemerintah pusat,” jelas mantan Camat Klojen tersebut.
Ia menambahkan, jika merujuk pada skema ideal, diharapkan masing-masing jenjang SMP dan SMA nantinya dapat membuka tiga rombel. Terlepas dari dinamika juknis tersebut, Donny memastikan pelaksanaan tahun ajaran baru Sekolah Rakyat akan tetap berjalan beriringan dan mengikuti kalender pendidikan sekolah reguler tahun ajaran 2026/2027.
Mengenai jumlah sementara calon siswa yang terjaring, Dinsos-P3AP2KB belum bisa merilis angka pasti mengingat proses verifikasi oleh pendamping sosial di tingkat kelurahan masih terus dinamis.
“Begitu juknis dari pusat keluar, data DTSEN yang sudah dicicil ini akan langsung kami percepat finalisasinya,” imbuhnya.
Sebagai catatan, pada tahun ajaran 2025/2026 lalu, Sekolah Rakyat Kota Malang sukses menampung sekitar 150 siswa. Jumlah tersebut terbagi ke dalam tiga rombel untuk jenjang SMP dan tiga rombel untuk jenjang SMA, dengan rata-rata pengisian 25 siswa per rombel.
Di sisi lain, Donny juga memberikan gambaran mengenai fasilitas infrastruktur penunjang. Untuk kegiatan belajar mengajar Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 16 Kota Malang pada tahun ajaran 2026/2027 ini kemungkinan besar masih harus mengoptimalkan gedung lama yang berada di wilayah Kecamatan Kedungkandang.
Hal ini dikarenakan rencana pembangunan gedung sekolah baru yang diusulkan Pemkot Malang di wilayah Kelurahan Arjowinangun masih terkendala realisasi anggaran tahun ini.
“Rencana (pembangunan gedung baru) di Arjowinangun belum bisa direalisasikan tahun ini. Kemungkinan besar baru bisa masuk pada tahapan pembangunan gelombang berikutnya. Jadi, untuk sementara memaksimalkan fasilitas yang ada dulu,” pungkasnya. [mut.kt]


