28 C
Sidoarjo
Saturday, May 30, 2026
spot_img

Embarkasi Surabaya Tutup Operasi 2026: Rekor Pengiriman Jamaah dan Teguran Halus untuk Kebersamaan dan Kesehatan

Surabaya, Bhirawa

Embarkasi Haji Surabaya menutup rangkaian pemberangkatan haji Tahun 1447 H/2026 M dengan pelepasan kloter 116, menandai puncak pelaksanaan yang sekaligus mencatat rekor baru bagi Provinsi Jawa Timur. Pelepasan kloter terakhir berlangsung di Asrama Haji Sukolilo Surabaya, Kamis (21/5), dan dilepas resmi oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa.

Sebanyak 370 jamaah berangkat pada kloter penutup ini — 163 laki-laki dan 207 perempuan — didampingi 9 petugas pendamping sehingga total rombongan mencapai 379 orang. Data resmi menyebutkan Embarkasi Surabaya memberangkatkan total 116 kloter dengan jumlah 44.080 jamaah dan petugas, yang terdiri dari 42.109 jamaah, 464 petugas kloter, 162 Petugas Haji Daerah (PHD), dan 140 petugas KBIHU.

Angka tersebut menempatkan Jawa Timur sebagai provinsi pengirim jamaah haji terbesar di Indonesia tahun ini. Khofifah menjelaskan lonjakan terjadi setelah perubahan kebijakan yang menambah kuota Jawa Timur sekitar 8.000 jamaah karena antrean paling panjang berdasarkan Undang‑Undang Haji.

“Dengan mengucap Bismillahirrahmanirrahim, kloter terakhir Embarkasi Surabaya, kloter ke-116 Tahun 1447 Hijriah secara resmi saya lepas,” ujarnya.

Peningkatan kuota ini membawa implikasi operasional besar: koordinasi antar-institusi, kesiapan fasilitas asrama, dan kapasitas layanan kesehatan harus ditingkatkan untuk memastikan kualitas pelayanan tetap terjaga meski volume meningkat.

Dalam pidatonya, Khofifah menyinggung harapan agar seluruh jamaah mendapat kesehatan dan kelancaran ibadah, sekaligus memuji pihak-pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan.

Berita Terkait :  Konferensi MIH Megatrends 2024, Mengukuhkan Posisi Malaysia dalam Inovasi Layanan Kesehatan

“Semoga panjenengan semua diparingi kesehatan, ibadahnya lancar, kembali ke tanah air dengan selamat serta menjadi haji yang mabrur,” imbuhnya.

Momen pelepasan juga menyentuh sisi kemanusiaan: jamaah tertua kloter ini adalah Raminten Murtomo Singo Dimejo (86) dari Kabupaten Sidoarjo, sementara yang termuda adalah Mohammad Akbar Kurniawan (21) asal Kota Surabaya. Perbedaan generasi ini menggambarkan makna ibadah haji lintas usia dan peran keluarga serta komunitas dalam mendukung perjalanan spiritual.

Khofifah memberi penghargaan terbuka kepada semua pihak yang memberi layanan sejak proses keberangkatan hingga pemberangkatan. Apresiasi ini penting mengingat skala operasi yang meningkat dan kompleksitas logistik serta layanan kesehatan di daerah asal maupun di Tanah Suci.

“Atas nama Pemerintah Provinsi Jawa Timur, kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan pelayanan terbaik bagi jamaah haji sejak proses keberangkatan hingga nanti kembali ke tanah air,” ucapnya.

Namun tidak semua cerita berakhir penuh sukacita. Gubernur turut menyampaikan kabar duka dan keterlambatan akibat masalah kesehatan: 38 jamaah menunda keberangkatan karena kondisi kesehatan, dan 13 jamaah wafat di Arab Saudi selama pelaksanaan. Pernyataan tersebut menjadi pengingat bahwa upaya pencegahan dan layanan medis harus terus diperkuat baik sebelum keberangkatan maupun selama pelaksanaan haji.

“Hingga saat ini terdapat 38 orang jamaah haji yang menunda keberangkatan karena kondisi kesehatan, dan turut berduka cita atas wafatnya 13 orang jamaah haji di Arab Saudi,” katanya.

Berita Terkait :  Social Security Summit Cari Solusi Indonesia Lepas dari Middle Income Trap

Menutup sambutannya, Khofifah menekankan pentingnya menjaga kesehatan, kekhusyukan ibadah, dan ketaatan terhadap ketentuan selama berada di Tanah Suci, pesan yang bersifat praktis sekaligus moral bagi jamaah yang kini mewakili jutaan keluarga di Jawa Timur.

“Kita tentu berharap semuanya dalam menjalankan ibadah haji diparingi kesehatan. Yang haji sehat, keluarga yang ditinggalkan sehat, semuanya diberi keselamatan dan keberkahan,” ucapnya.

Selain keselamatan individu, Khofifah juga meminta doa agar kondisi keamanan dan ketenteraman tetap terjaga di tingkat nasional maupun daerah. Pesan ini mencerminkan harapan agar perjalanan ibadah berlangsung dalam iklim sosial-politik yang stabil.

“Mohon dido’akan semoga Indonesia aman damai, mudah-mudahan Jawa Timur aman damai, Surabaya dan Sidoarjo khususnya aman damai,” pungkasnya.

Dengan ditutupnya kloter 116, Embarkasi Surabaya menutup babak pemberangkatan haji 2026. Keberhasilan kuantitatif ini membuka diskusi penting tentang kapasitas layanan publik, kesiapan layanan kesehatan, dan kebutuhan pembinaan ibadah yang merata bagi jamaah dari berbagai lapisan umur dan daerah.

Pencapaian ini juga menjadi tolok ukur bagi pemerintah daerah dan penyelenggara haji untuk terus memperkuat kualitas layanan pada musim haji berikutnya. [aya.kt]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!