Sebanyak 20 mahasiswa mengikuti seleksi pemilihan Duta FAHUM 2026
Surabaya, Bhirawa
Seleksi Duta Fakultas Adab dan Humaniora (FAHUM) Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA) resmi dibuka dengan diikuti sebanyak 20 peserta dari semua program studi yang ada di FAHUM. Kegiatan ini merupakan program tahunan dari Fakultas Adab dan Humaniora yang diselenggarakan sebagai upaya untuk menjaring mahasiswa terbaik dan mengembangkan potensi mahasiswa di lingkungan fakultas.
Ketua pelaksana Pemilihan Duta FAHUM 2026, Ilham, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk mencari mahasiswa terbaik yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kecerdasan emosional dan sosial.
“Pemilihan Duta Fahum ini bertujuan untuk memilih mahasiswa terbaik yang memiliki kecerdasan intelektual, emosional, dan sosial, serta mampu menjadi role model bagi mahasiswa lainnya,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa kegiatan ini juga diharapkan dapat menjadi sarana promosi positif bagi Fakultas Adab dan Humaniora kepada masyarakat luas.
Selain itu, Ilham juga menyebutkan bahwa Pemilihan Duta FAHUM ini merupakan bentuk komitmen dari fakultas yang berkolaborasi dengan Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) FAHUM dalam mendukung pengembangan potensi, karakter, serta jiwa kepemimpinan mahasiswa.
“Kegiatan ini diselenggarakan melalui kolaborasi dengan Dewan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Adab dan Humaniora (DEMA FAHUM) sebagai bentuk komitmen dalam mendukung pengembangan potensi, karakter, dan kepemimpinan mahasiswa,” ungkapnya.
Dalam pelaksanaannya, seleksi dilakukan melalui beberapa tahapan, mulai dari seleksi administrasi, hingga wawancara dan unjuk bakat (talent show). kemudian sebanyak 12 peserta yang lolos nantinya akan mengikuti tahap karantina sebagai bagian dari proses penilaian lanjutan.
Tahap wawancara dan talent show telah dilaksanakan pada 25 April 2026 di ruang 2.1 lantai 2 Fakultas Adab dan Humaniora UINSA, Gunung Anyar. Sementara itu, tahap karantina dijadwalkan akan berlangsung pada 1 hingga 2 Mei di lokasi yang sama.
Di akhir, Ilham menyampaikan pesan untuk seluruh peserta agar tidak hanya menjadikan ajang ini sekedar kompetisi untuk meraih gelar saja, tetapi juga sebagai sarana pengembangan diri.
“Proses ini bukan hanya soal hasil, tapi tentang bagaimana kalian berkembang. Berikan yang terbaik, tetap percaya diri, dan bangga karena sudah sampai di titik ini. Apapun hasilnya, teruslah melangkah dan menginspirasi,” tuturnya. mg7. wwn


