30.4 C
Sidoarjo
Sunday, May 3, 2026
spot_img

Dari Surabaya, Global Peace Convoy Siap Tembus Gaza

Surabaya, Bhirawa

Ratusan relawan Global Peace Convoy Indonesia (GPCI) resmi dilepas dalam acara di Masjid Nuruzzaman UNAIR B, Surabaya, Minggu (3/5/2026).

Mereka akan menempuh perjalanan darat lintas negara menuju Timur Tengah untuk menyampaikan dukungan kemanusiaan bagi masyarakat Gaza yang masih terjebak krisis akibat blokade yang sudah berlangsung hampir dua dekade.

Dewan Pengarah GPCI, Ziyad, mengakui misi ini penuh tantangan. Ia menyoroti peristiwa pada misi sebelumnya di mana sekitar 175 relawan ditangkap saat berlayar dari Barcelona menuju Yunani, bahkan sempat diserang drone.

Dua aktivis bernama Thiago dan Saif masih ditahan di kapal militer Israel, sementara sebagian lainnya sudah dipulangkan ke Turki dan sisanya tetap di Yunani untuk memperjuangkan pembebasan rekan-rekan mereka.

Meskipun menghadapi risiko tinggi, semangat solidaritas tetap tidak surut. Delegasi dari Malang, Taufik Diki, menyatakan antusiasme masyarakat Jawa Timur sangat besar—dari Madura hingga Banyuwangi, berbagai kalangan masyarakat lintas agama hadir untuk tujuan kemanusiaan.

Ia berharap gerakan ini dapat menyatukan berbagai elemen masyarakat agar bersuara menuntut kemerdekaan Palestina dan menjadi tekanan moral bagi dunia internasional.

Sementara itu, delegasi asal Surabaya, Zayyin Achmad, menekankan urgensi misi ini mengingat kondisi Gaza yang semakin memburuk sejak diblokade tahun 2007. Warga kesulitan mendapatkan makanan, obat-obatan, layanan kesehatan, dan pendidikan.

Ia juga menjelaskan bahwa peserta melalui proses seleksi ketat, dan mengajak peran media serta influencer untuk menyebarkan semangat gerakan ini ke seluruh dunia.

Berita Terkait :  Anggota DPD RI LaNyalla: Hoaks, Flyer Ketum PP Japto Meninggal.

Global Peace Convoy merupakan bagian dari rangkaian aksi solidaritas sipil dunia yang sudah berlangsung sejak tahun 2007, seperti Viva Palestina, Mavi Marmara, dan Global Solidarity Flotilla. Semua gerakan ini bertujuan sama: membuka akses bantuan kemanusiaan dan mengakhiri blokade.

Dari Surabaya, pesan yang disampaikan adalah bahwa solidaritas tidak mengenal batas, dan suara kemanusiaan akan terus bergerak meskipun menghadapi berbagai tantangan. [iin.kt]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!