Jakarta, Bhirawa
Pasar gudang dan logistik modern di Greater Jakarta terus menunjukkan ketahanan yang kuat, didukung oleh pasokan yang semakin terbatas serta permintaan yang berkelanjutan dari berbagai sektor industri. Hal ini disampaikan dalam Colliers Quarterly Property Market Report Q1 2026, Jakarta Warehouse and Logistics sector.
Tingkat hunian tercatat 95,8 persen pada Q1 2026, mencerminkan kondisi pasar yang semakin kuat. Dengan pasokan baru yang terbatas dan tingkat serapan yang tetap tinggi, tingkat hunian diperkirakan akan mendekati kapasitas penuh hingga akhir 2026. Sektor logistik terus menjadi salah satu aset properti yang paling bertahan dan berkinerja tinggi di Greater Jakarta, meskipun di tengah ketidakpastian ekonomi global.
“Pasar logistik terus mencatat kinerja yang lebih unggul dibandingkan banyak segmen properti lainnya, didukung oleh perannya yang krusial dalam menunjang distribusi domestik serta rantai pasok yang semakin kompleks,” ujar Ferry Salanto, Head of Research Colliers Indonesia, Kamis (23/4/2026).
Koridor Timur Tetap Penggerak Utama
Koridor Timur masih mendominasi pasar logistik Greater Jakarta dengan kontribusi sekitar 72,8 persen dari total pasokan gudang modern. Keunggulan infrastruktur, kedekatan dengan kawasan industri, serta akses langsung ke Pelabuhan Tanjung Priok menjadikan koridor ini sebagai pusat utama aktivitas logistik dan pengembangan gudang.
Total pasokan kumulatif gudang modern di Jakarta Raya mencapai sekitar 3 juta meter persegi per Q1 2026. Pengembang masih berhati-hati dan selektif, pertumbuhan pasokan ke depan diperkirakan melambat dengan tambahan rata-rata sekitar 186.000 meter persegi per tahun selama periode 2026–2029,
Permintaan Semakin Terdiversifikasi
Selain didorong oleh penyedia logistik pihak ketiga (3PL) dan pelaku e-commerce, permintaan gudang kini semakin berasal dari sektor FMCG, elektronik, farmasi, serta industri baru seperti kendaraan listrik dan energi terbarukan. Diversifikasi ini mencerminkan perubahan struktural dalam pola konsumsi dan strategi rantai pasok nasional.
Sebagai negara dengan nilai transaksi e-commerce terbesar di antara negara “tiger cub” Asia Tenggara, Indonesia terus mendorong kebutuhan akan fasilitas logistik, khususnya pusat distribusi, fulfillment center, dan fasilitas last-mile di sekitar kawasan konsumsi utama
Prospek Positif di 2026
Dengan fundamental permintaan dan tingkat hunian yang tinggi, pertumbuhan sewa yang stabil, pasar logistik Greater Jakarta diperkirakan tetap tumbuh stabil sepanjang 2026.
Pengembang didorong untuk memprioritaskan pengembangan fasilitas gudang dengan spesifikasi tinggi terutama di lokasi yang strategis. Sementara para pengguna disarankan untuk mengamankan ruang sewa lebih awal di lokasi-lokasi primer seiring dengan semakin terbatasnya ketersediaan. [aya.kt]


