30 C
Sidoarjo
Monday, April 20, 2026
spot_img

Mengembalikan Ruh Budi Pekerti dalam Ekosistem Pendidikan Kita

Di tengah laju perkembangan teknologi dan kejar-target akademik yang semakin kompetitif, ada satu hal fundamental yang rasanya mulai terpinggirkan dari dunia pendidikan kita: pendidikan budi pekerti. Sebagai masyarakat yang peduli pada masa depan generasi muda, saya merasa cemas melihat semakin maraknya fenomena krisis moral, mulai dari perundungan (bullying) di sekolah, ketidaksantunan kepada guru dan orang tua, hingga tawuran yang masih saja terjadi.

Pendidikan tidak seharusnya sekadar menjadi mesin pencetak nilai akademik (kognitif) yang tinggi. Kita sering lupa bahwa tujuan utama pendidikan, seperti yang diamanatkan Ki Hajar Dewantara, adalah memanusiakan manusia. Pintar saja tidak cukup jika tidak memiliki rasa empati, kejujuran, dan sopan santun. Budi pekerti adalah akar kehidupan yang menopang karakter seorang anak agar tidak tumbang diterpa dampak negatif globalisasi.

Saat ini, kita melihat degradasi moral yang nyata. Kasus kenakalan remaja, menurunnya rasa hormat terhadap orang tua, hingga penggunaan media sosial yang tidak bijak seringkali berujung pada kasus hukum. Kondisi ini menunjukkan adanya ketimpangan antara pengajaran ilmu pengetahuan dan penanaman nilai etika. Sekolah seringkali terlalu fokus pada pencapaian kurikulum, sementara “mata pelajaran” budi pekerti hanya dianggap sampingan.

Pendidikan budi pekerti bukan sekadar teori yang dihafalkan untuk ujian akhir, melainkan perilaku yang dibiasakan (habituasi). Lingkungan sekolah harus menjadi laboratorium karakter, di mana kejujuran, kerja sama, dan sopan santun diterapkan setiap hari, bukan hanya slogan di dinding sekolah. Guru bukan hanya pengajar, melainkan teladan utama (role model) dalam bertingkah laku.

Berita Terkait :  Menanamkan Sejuknya Toleransi di Tengah Ibadah Puasa

Lebih dari itu, keluarga adalah pondasi pertama dan utama. Orang tua tidak bisa sepenuhnya menyerahkan pendidikan moral anak kepada pihak sekolah. Pendidikan budi pekerti dimulai dari rumah-dari cara berbicara, menghargai sesama, hingga kejujuran. Sinergi antara keluarga, sekolah, dan masyarakat sangat krusial dalam membentuk pribadi yang utuh.

Hormat saya,
Amelia Putri
Warga Peduli Pendidikan, Kota Malang

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!