Surabaya, Bhirawa
Aroma perhelatan Musyawarah Daerah (Musda) Partai Demokrat Jawa Timur kian terasa. Ketua DPD Demokrat Jatim, Emil Elestianto Dardak, memberi sinyal kuat bahwa agenda penting tersebut berpotensi digelar dalam waktu dekat, bahkan tahun ini.
Namun menariknya, Emil justru memilih meredam spekulasi dengan menekankan bahwa momentum yang sedang berlangsung saat ini lebih bernuansa silaturahmi politik ketimbang konsolidasi formal Musda.
“Ya kita kumpul itu jangan karena sekadar Musda. Kumpulnya Ketua DPD dan pengurus itu Halalbihalal,” ujarnya sambil tersenyum dalam acara halalbihalal Demokrat Jatim di Hotel Morazen Surabaya, Jumat (17/4/2026).
Meski demikian, Emil tidak menampik bahwa Musda tetap menjadi agenda strategis yang tinggal menunggu waktu. Ia menegaskan, keputusan final sepenuhnya berada di tangan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat.
“Memang betul akan ada Musda, tapi kita belum tahu kapan. Karena semua keputusan ada di DPP,” jelasnya.
Saat didesak lebih jauh, Emil mulai membuka ruang spekulasi. Ia menyebut peluang Musda digelar tahun ini sangat besar.
“Bisa tahun ini, sangat bisa tahun ini,” tegasnya.
Sinyal tersebut semakin kuat setelah sejumlah daerah mulai bergerak. Emil mengungkapkan bahwa Demokrat Jawa Tengah bahkan sudah lebih dulu menggelar Musda pada hari yang sama.
Hal ini menjadi indikasi bahwa konsolidasi partai di tingkat daerah tengah berjalan serentak. Kondisi ini memunculkan dugaan bahwa Musda Demokrat Jatim tinggal menunggu momentum politik yang tepat—serta restu dari DPP.
Di sisi lain, agenda halalbihalal yang digelar juga dinilai bukan sekadar seremoni. Lebih dari itu, momen tersebut menjadi ajang konsolidasi internal, mempererat barisan, sekaligus membaca peta kekuatan jelang kontestasi kepemimpinan di tubuh Demokrat Jatim. [geh.dre]


