29 C
Sidoarjo
Sunday, April 19, 2026
spot_img

BBM “Terpaksa”Naik

Pemerintah dua kali menaikkan harga BBM non-subsidi, hanya dalam tempo setengah bulan. Bahkan tercatat tiga kali dalam 45 hari. Tetapi masyarakat memahami. Kenaikan (kedua) berterasa terpaksa. Karena produsen minyak terbaik di Timur Tengah masih dalam suasana perang hebat.Banyak kilang minyak di Iran, menjadi incaran bombardir Amerika Serikat (AS) dan Israel. Serta selat Hormuz yang diblokade kapal perang induk AS, semakin mencekam.

Volatilitas (gejolak naik-turun) harga minyak Brent global sangat dinamis. Menyesuaikan suasana perang. Katanya gencatan senjata, tetapi AS masih masih me-blokade selat Hormuz. Katanya harga minyak akan turun, tetapi dalam sekejap (dalam hitungan jam) sudah naik lagi. Kini harga Brent (minyak mentah dari Timur Tengah yang terbaik) mencapai US$ 102 per-barrel. Sedangkan harga rata-rata minyak mentah Indonesia (ICP, Indonesia Crude Price) pada Maret 2026 tercatat US$ 102,26 per-barrel.

Bisa jadi ICP sebagai patokan hargaminyak mentah Indonesia yang ditetapkan Kementerian ESDM) akan naik lagi.Meng-iringi kenaikan harga BBM dalam negeri. Tren kenaikan sangat tinggi (48,65%).Pada periode Pebruari 2026 masih seharga US$ 68,79 per-barrel. Kenaikan harga BBM (terbaru) yang diumumkan 18 April 2026, cukup mendebarkan pemilik mobil mewah. Terutama yang meng-konsumsi Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex.

Mengutip laman Pertamina, harga Pertamax RON 98 naik Rp 6.300,- (48,09%) dari sebelumnya Rp 13.100 menjadi Rp 19.400 per liter. Sedangkan harga BBM CN-51 (Dexlite) naik Rp 9.400 (66,19%) dari Rp 14.200 menjadi Rp 23.600 per-liter. Serta harga BBM CN-53 (Pertamina Dex) meningkat Rp 9.400,- (64,82%) dari Rp 14.500 menjadi Rp 23.900 per-liter. Jika dibanding dengan harga periode Pebruari (45 hari lalu) harga Dexlite CN-51 saat ini naik 78,11%. Disusul Pertamina Dex CN-53 naik 77,03%. Serta Pertamax RON 98 saat itu masih Rp 12.700,- (berarti naik 52,75%, selama 45 hari terakhir).

Berita Terkait :  Tiga Desa di Bojonegoro Terima Penghargaan Partisipan Desa Antikorupsi 2025

Kenaikan harga BBM terdahulu (per-1 April 2026) tergolong mendebarkan. Berbagai media masa (online, dan koran) pada akhir Maret 2026 serempak melansir berita bakal kenaikan harga BBM per-1 April. Dilengkapi dengan berbgai pertimbangan logis. Terutama produksi, keamanan, sampai rente “perburuan” rantai pasok distribusi. Karena tidak semua kapal tanker BBM bisa memperoleh izin keluar Hormuz. Juga nilai rupiah sampai pertengahan April masih terlelap sampai melebihi Rp 17 ribu per-US$.

Bahkan terdapat pemberitaan viral (dengan kop Danantara) coba menghitung kenaikan harga Pertalite ditambah PPN 11%, dan ongkos distribusi. Sehingga harga akan tembus Rp 14 ribu per-liter. Begitu pula BBM dengan RON 92 ke atas, serta Dexlite (CN 51), dan Pertamina Dex (CN 53), dikabarkan naik. Rata-rata kenaikan harga berkisar antara 30% hingga 40%. Berjung antrean panjang di SPBU dua hari akhir Maret 2026.

Realitanya, BBM bersubsidi, Pertalite RON 90, dan Bio-solar CN-48, tidak naik.Hingga sekarang, juga tidak naik. Sampai Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, berujar, (BBM bersubsidi) tidak naik selamanya.Setiap rezim, niscaya sangat seksama meng-kalkulasi kenaikkan harga BBM. Karena menimbulkan multiplier effect (dampak berantai) kenaikan harga seluruh bahan bahan pokok, berkait biaya distribusi. Bahkan rezim paling kuat dalam sejarah Indonesia Merdeka, tidak gegabah menaikkan harga BBM.

Kenaikan harga BBM menjadi pertaruhan sosial, politik, dan ekonomi. Tetapi kenaikkan bertahap cukup wajar.Terutama untuk menjaga “kesehatan APBN” 2026. Karena subsidi energi rawan membengkak hingga Rp150 triliun akibat dinamika geopolitik global. Juga merosotnya nilai Rupiah.

Berita Terkait :  Polda Jatim Amankan Tersangka Penyebar Konten Asusila tehadap Anak

——— 000 ———

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!