27 C
Sidoarjo
Saturday, April 18, 2026
spot_img

Bidik Peluang Kerja Global, Siswa SRT 7 Probolinggo Kini Jago Bahasa Asing, Coding hingga Racik Kopi Rempah

Potret siswa SRT 7 saat mempraktikkan proses produksi es krim putar, Kamis (16/4/2026). Ayu Firdausiyah Ahmad.

Pemprov Jatim, Bhirawa.
Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 7 Kota Probolinggo tidak hanya memberikan pendidikan formal, tetapi juga membekali siswa dengan keterampilan praktis dan akses global melalui penguatan bahasa asing dan teknologi digital.

Kepala Sekolah SRT 7 Kota Probolinggo, Susilowati, mengatakan konsep pendidikan di Sekolah Rakyat dirancang untuk menyiapkan siswa menghadapi berbagai pilihan masa depan, baik melanjutkan pendidikan maupun langsung bekerja.

“Kami tidak hanya memberikan pendidikan formal, tapi juga keterampilan agar anak-anak bisa mandiri setelah lulus,” ujarnya.

Di bidang keterampilan, siswa dibekali program kewirausahaan melalui kegiatan pembuatan produk seperti kopi rempah dan tas. Seluruh proses, mulai dari produksi hingga pemasaran, dilakukan langsung oleh siswa dengan pendampingan guru.

“Anak-anak kami latih mulai dari produksi, packaging, sampai pemasaran. Tujuannya supaya mereka punya bekal usaha,” jelasnya.

Selain itu, sekolah juga membuka akses lebih luas melalui penguatan kemampuan bahasa asing. Program ekstrakurikuler bahasa Jepang dan Mandarin menjadi salah satu unggulan untuk mendukung kesiapan siswa memasuki dunia kerja, termasuk peluang kerja di luar negeri.

“Sudah ada anak kami yang bisa berpidato bahasa Jepang. Ke depan kami juga siapkan bahasa Mandarin sebagai bekal tambahan,” katanya.

Penguatan akses global ini juga didukung kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk peluang pelatihan kerja melalui Balai Latihan Kerja (BLK) hingga penjajakan kerja sama dengan instansi seperti TNI dan Polri bagi siswa yang berminat.

Berita Terkait :  Plt Bupati Sidoarjo Terima UHC Award 2024 dari Wapres

“Anak-anak kami arahkan sesuai minatnya, ada yang ke BLK, ada juga yang ingin masuk TNI atau Polri, itu kami fasilitasi,” tambah Susilowati.

Di sisi lain, pemanfaatan teknologi digital juga menjadi bagian penting dalam proses pembelajaran. Setiap siswa telah dibekali laptop dan menggunakan sistem pembelajaran berbasis internet.

Direktur Ekosistem Media pada Direktorat Jenderal Komunikasi Publik dan Media Kementerian Komunikasi dan Digital, Farida Dewi Maharani, menilai langkah tersebut menjadi fondasi penting dalam membuka akses global bagi siswa.

“Di era globalisasi ini kita harus terhubung. Internet menjadi salah satu backbone untuk membuka akses dan adaptasi terhadap perkembangan dunia,” ujarnya.

Menurutnya, pengenalan teknologi sejak dini akan membantu mencetak talenta digital yang mampu bersaing di masa depan.

“Anak-anak sudah mulai belajar membuat program, desain, itu awal yang baik untuk mencetak talenta digital,” katanya.

Dengan kombinasi pendidikan formal, keterampilan praktis, serta akses terhadap teknologi dan bahasa asing, SRT 7 diharapkan mampu membuka peluang lebih luas bagi siswa dari keluarga kurang mampu untuk bersaing di tingkat nasional maupun global.

“Harapannya anak-anak tidak hanya lulus, tapi benar-benar siap menghadapi dunia kerja dan tantangan global,” pungkas Susilowati. [fir.hel]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!