28 C
Sidoarjo
Tuesday, March 31, 2026
spot_img

Simulasi Gempa hingga Story Telling, Tenpina BPBD Jatim Kembali Diserbu Pelajar


Oleh:
Ayu Firda, Kota Surabaya

Kunjungan edukasi kebencanaan di Taman Edukasi Bencana BPBD Jawa Timur kembali bergeliat usai sempat mengalami penurunan selama bulan Ramadan hingga libur Lebaran.

Memasuki awal pekan, sejumlah sekolah mulai kembali memanfaatkan wahana pembelajaran tersebut. Di antaranya TK Al-Fajar Sedati Sidoarjo yang berkunjung pada Senin (30/3), serta KB-TK Anak Sholeh Sukodono Sidoarjo pada Selasa (31/3).

Sedikitnya 80 siswa dari KB-TK Anak Sholeh bersama guru pendamping mengikuti rangkaian edukasi kebencanaan yang difasilitasi oleh Tim Tenda Pendidikan Bencana (Tenpina) BPBD Jatim.

Kegiatan di awali di aula Tenpina dengan pengenalan berbagai jenis bencana yang berpotensi terjadi di Jawa Timur. Materi disampaikan secara interaktif, termasuk melalui Mobil Edukasi Penanggulangan Bencana (Mosipena) yang dilengkapi simulasi evakuasi gempa bumi dan tsunami.

Selanjutnya, para siswa diajak mengikuti simulasi di area Tenpina, termasuk mencoba langsung simulator gempa bumi. Kegiatan kemudian dilanjutkan di area Mini Zoo serta Taman Baca Tangguh Dharma Wanita Persatuan (DWP) BPBD Jatim.

Di Taman Baca Tangguh, siswa dikenalkan literasi kebencanaan melalui buku, video, hingga metode story telling atau mendongeng, sehingga materi lebih mudah dipahami anak-anak.

Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Jatim, Deni Kiki Melia Tamara, mengatakan kunjungan sempat menurun selama Ramadan dan Lebaran, namun kini mulai kembali meningkat.

“Alhamdulillah, saat ini kunjungan mulai kembali berjalan. Harapannya ke depan semakin banyak sekolah yang memanfaatkan fasilitas ini untuk meningkatkan pemahaman kebencanaan sejak dini,” ujarnya.

Berita Terkait :  Kapolres Madiun Silaturahmi ke Batalyon Komando 463 Kopasgat

Menurutnya, edukasi kebencanaan sangat penting, khususnya bagi kelompok rentan seperti anak-anak, guna meminimalisir risiko saat terjadi bencana.

Sementara itu, Kepala KB-TK Anak Sholeh, Ida Rislina, mengapresiasi kegiatan edukasi yang diberikan BPBD Jatim. Ia menyebut para siswa sangat antusias mengikuti seluruh rangkaian pembelajaran.

“Anak-anak sangat senang karena bisa mengenal berbagai jenis bencana dan merasakan langsung simulasi gempa melalui fasilitas yang ada,” katanya.

Berdasarkan data Tim Tenpina BPBD Jatim, sepanjang April 2026 sedikitnya 13 sekolah dan komunitas pendidikan telah menjadwalkan kunjungan edukasi ke lokasi tersebut. Jumlah ini masih berpotensi bertambah seiring adanya konfirmasi dari sejumlah sekolah lainnya. [fir.gat]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!