28 C
Sidoarjo
Tuesday, March 31, 2026
spot_img

Kadindik Jatim Minta Guru BK Harus Transformatif


Dindik Jatim, Bhirawa
Dinas Pendidikan Jawa Timur melalui Cabang Dinas Pendidikan (Cabdindik) Wilayah Surabaya-Sidoarjo menggelar pelatihan bertajuk “7 Jurus BK Hebat” pada 31 Maret hingga 3 April 2026. Kegiatan ini diikuti ratusan guru mata pelajaran dari SMA, SMK, dan SLB negeri maupun swasta.

Adapun 7 jurus BK Hebat yang dimaksud diantaranya Kenali potensi, Kelola Emosi, Tumbuhkan Resiliensi, Jaga konsistensi, Jalin Koneksi, Menjalin Kolaborasi dan Menata situasi.

Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Aries Agung Paewai, mengatakan pelatihan ini bertujuan meningkatkan kapasitas guru dalam membimbing siswa, khususnya di tengah perubahan kurikulum dan perkembangan karakter anak yang dipengaruhi teknologi.

Menurutnya, peran guru Bimbingan Konseling (BK) kini harus mengalami transformasi. “Guru BK tidak hanya menjadi penyelesai masalah, tetapi harus mampu menjadi pencari solusi atas harapan dan cita-cita siswa,” ujarnya.

Ia menambahkan, guru BK memiliki peran strategis dalam memetakan kondisi psikologis serta potensi siswa, baik di bidang akademik maupun non-akademik. Untuk itu, melalui program “7 Jurus BK Hebat”, Dindik Jatim mendorong peningkatan kompetensi guru dalam memahami karakter peserta didik secara lebih komprehensif.

Dalam pelatihan ini, pemanfaatan teknologi dan data siswa juga menjadi perhatian. Aries menilai penggunaan teknologi penting untuk membantu identifikasi kebutuhan siswa, terutama di tengah keterbatasan jumlah guru BK. Meski demikian, ia menegaskan interaksi langsung tetap menjadi kunci utama. “Dialog terkait masalah psikologis tetap harus dilakukan antarmanusia, tidak bisa sepenuhnya digantikan oleh kecerdasan buatan,” tegasnya.

Berita Terkait :  Magang MBKM, Ajari Siswa SLB Paedagogia Kerajinan Origami

Selain itu, kolaborasi antara guru BK, guru mata pelajaran, wali kelas, dan orang tua juga ditekankan sebagai bagian dari upaya menemukan solusi terbaik bagi siswa.

Dindik Jatim juga mulai menyosialisasikan pembatasan penggunaan gawai di lingkungan sekolah. Kebijakan ini bertujuan meningkatkan konsentrasi belajar, mendorong interaksi sosial, serta menjaga kualitas proses pembelajaran. Sejumlah sekolah bahkan telah menyiapkan fasilitas penyimpanan gawai selama jam pelajaran.

Sementara itu, Kepala Cabdindik Wilayah Surabaya-Sidoarjo, Kiswanto, menjelaskan pelatihan ini tidak hanya menyasar guru BK, tetapi juga guru mata pelajaran. “Ini sejalan dengan program Kementerian Pendidikan bahwa semua guru adalah pembimbing. Jadi tidak hanya guru BK, seluruh guru harus mampu mendampingi siswa,” katanya.

Ia menyebut, pelatihan ini diikuti 227 guru mata pelajaran serta 222 kepala sekolah negeri dan swasta. Para peserta yang mengikuti pelatihan diproyeksikan menjadi fasilitator di sekolah masing-masing. “Guru yang dilatih hari ini kami harapkan akan menjadi fasilitator daerah, kemudian mengimbaskan ilmunya kepada guru lain di sekolah,” jelasnya.

Kiswanto menambahkan, pelatihan tidak hanya berisi materi, tetapi juga praktik dan simulasi penyelesaian masalah siswa. Para narasumber berasal dari fasilitator nasional, akademisi, serta fasilitator daerah.

Melalui pelatihan ini, diharapkan para guru dapat mengedepankan pendekatan humanis berbasis kasih sayang dalam mendampingi siswa, seiring meningkatnya tantangan pendidikan di era digital. [ina.wwn]

Berita Terkait :  PTS Harus Bersiap Menjawab Gebrakan Danantara University

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!