26 C
Sidoarjo
Monday, March 30, 2026
spot_img

Arif Fathoni Dorong Pengcab Orado Kota Surabaya Gelar Kejuaraan Piala Wali Kota

Surabaya, Bhirawa
Pengcab Olahraga Domino Indonesia (Orado) Kota Surabaya dibawah nahkoda Rio Gahari dinilai mampu mengimplementasikan olahraga domino naik kelas.

Ini dibuktikan dengan digelarnya Kejuaraan Cabang (Kejurcab) Orado di Ciputra World yang berakhir Minggu (29/3/2026) malam. Penilaian ini disampaikan Dewan Pembina Pengcab Orado Kota Surabaya, Arif Fathoni. Menurut dia, Rio Gahari beserta jajarannya pengurus lain tidak hanya slogan, tetapi melakukan aksi nyata.

“Selama ini kita melihat orang main domino itu di warung kopi, di pos-pos satpam, tapi hari ini naik kelas ke mal yang identik dengan kunjungan kaum menengah ke atas. Ini berarti sudah naik kelas,” ujar dia.

Lebih jauh, dia menjelaskan, selama ini domino atau gaple itu selalu distigmakan bahwa orang yang main domino berpotensi main judi. Tapi dengan berubah menjadi olahraga prestasi, maka tantangan utamanya adalah bagaimana menghapus stigma negatif di tengah masyarakat.

Untuk itu, Toni, sapaan akrab Arif Fathoni, juga berterima kasih Kejurcab kali ini dihadiri oleh Ketua Seksi PWI Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Surabaya, PWI Jatim, Inyong Maulana.

“Mas Rio nanti bisa minta tolong Mas Maulana untuk melakukan agitasi dan propaganda agar stigma masyarakat yang awalnya menganggap domino ini olahraga negatif menjadi hilang. Mudah-mudahan para istri juga bisa memahami kalau suaminya sedang di warung kopi atau di pos satpam main domino, itu semata-mata untuk mewujudkan mimpi menjadi atlet nasional,” ungkap dia.

Berita Terkait :  DPRD Jatim Wanti-wanti Penyalahgunaan WFH, ASN Wajib Kirim Lokasi

Toni yang juga Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya ini membeberkan, pada waktu dirinya ketemu dengan Rio Gahari dan jajaran pengurus Orado Kota Surabaya, sangat tertarik dengan jargonnya ‘Orado Memintarkan Indonesia’.

Disadari maupun tidak, olahraga domino ini memang olahraga yang mengasah kemampuan akal untuk menebak angka berapa yang akan diturunkan oleh lawan.

Ini tentu penting. Karena apa? Karena kalau melihat tujuan berbangsa dan bernegara berdasarkan tujuan nasional yang ditetapkan oleh Bung Karno dan kawan-kawan saat itu, adalah mencerdaskan kehidupan bangsa.

“Orado ini hadir untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dari sektor non-fungsi pendidikan. Makanya, Pak Kadisporapar, Mas Wali Eri Cahyadi kebangetan kalau tidak support acara-acara Orado di masa-masa yang akan datang. Sama artinya tidak support terhadap tujuan nasional kita, yakni mencerdaskan kehidupan bangsa,” ujar dia seraya menambahkan bahwa olahraga domino selama ini sudah hadir dalam denyut nadi masyarakat.

Maka dari itu, kalau kemudian event-event ini dilakukan secara kontinyu dan berkesinambungan, akan mengimplementasikan salah satu tujuan bernegara lagi yakni mensejahterakan kehidupan bangsa.

Mantan jurnalis ini menyebut, di Surabaya ada 153 kelurahan. Anggap saja di masing-masing kelurahan punya satu tim domino yang memiliki kualifikasi nasional.

Maka ini akan memudahkan perputaran ekonomi di lingkungan kelurahan-kelurahan tersebut dan Insyaallah itu senafas dengan apa yang dikehendaki Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi bagaimana kelurahan-kelurahan itu bergeliat dengan metode Kampung Pancasila.

Berita Terkait :  Menag Pastikan Mahasiswa di Iran Aman, Pesantren Tua Diminta Jadi Teladan

“Insyaallah Orado Surabaya di bawah pimpinan Mas Rio akan membantu mensukseskan Kampung Pancasila dengan menggerakkan ekonomi masyarakat melalui kompetisi-kompetisi domino di tingkat kelurahan,” ungkap dia. [dre]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!