28 C
Sidoarjo
Friday, March 20, 2026
spot_img

Bupati Sampang Hadiri Peringatan Kusta Sedunia di Kemenkes RI

Sampang, Bhirawa
Bupati Sampang H. Slamet Junaidi menghadiri peringatan Hari Kusta Sedunia yang diselenggarakan di Gedung Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Jakarta, Rabu (11/3/26).

Dalam kegiatan tersebut turut hadir Plt. Kepala Dinas Kesehatan dan KB Kabupaten Sampang, serta Kepala Dinas Kesehatan dari beberapa daerah, di antaranya Kabupaten Tangerang, Kabupaten Bekasi, Kabupaten Brebes, dan Kota Jayapura, Papua.

Bupati Sampang dalam laporannya menyampaikan bahwa kusta bukan hanya persoalan penyakit, tetapi juga berkaitan dengan stigma sosial, kemanusiaan, serta martabat hidup seseorang.

“Kusta bukan sekadar persoalan kesehatan, tetapi juga persoalan stigma dan kemanusiaan. Keberhasilan eliminasi kusta pada akhirnya tidak hanya diukur dari menurunnya angka kasus, tetapi juga dari kembalinya harapan dan martabat hidup saudara-saudara kita yang selama ini tersisih akibat stigma,” ujarnya.

Ia menambahkan, dengan komitmen bersama antara pemerintah, masyarakat, dan berbagai pihak terkait, pihaknya optimistis Indonesia dapat mewujudkan target bebas kusta dan bebas stigma pada tahun 2030.

“Kami meyakini bahwa eliminasi kusta hanya dapat tercapai apabila pemerintah daerah memimpin langsung upaya ini, didukung oleh masyarakat serta kolaborasi lintas sektor,” tambahnya.

Sementara itu, Menteri Kesehatan Republik Indonesia Budi Gunadi Sadikin menegaskan bahwa dalam penanganan penyakit menular, langkah utama yang harus dilakukan adalah menghentikan penularannya melalui deteksi dini dan penemuan kasus secara cepat dan luas.

“Untuk penyakit menular, yang harus kita lakukan adalah menghentikan penularannya. Caranya dengan menemukan kasus secepat mungkin dan sebanyak mungkin,” jelasnya.

Berita Terkait :  Tebarkan Sayap Turki Untuk Pengembangan Pendidikan

Ia juga menyoroti masih adanya stigma di masyarakat terhadap penderita kusta.

“Masih ada stigma bahwa jika suatu daerah menemukan banyak kasus kusta maka daerah tersebut dianggap memalukan. Padahal itu stigma yang keliru. Justru daerah yang berhasil menemukan kasus sebanyak-banyaknya menunjukkan bahwa sistem deteksinya berjalan baik,” ungkapnya.

Menkes menegaskan bahwa kusta bukanlah kutukan, melainkan penyakit yang dapat disembuhkan dan harus ditangani dengan pendekatan kemanusiaan.

“Kusta bukan kutukan Tuhan. Ini adalah penyakit yang bisa diobati dan penderitanya harus dirawat serta diperhatikan seperti pasien lainnya. Obatnya sudah tersedia, sehingga kita harus bersama-sama menghilangkan kusta dari Indonesia,” pungkasnya. [lis.dre]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow
spot_img

Berita Terbaru

error: Content is protected !!