Gresik, Bhirawa.
Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani melepas kampanye zakat melalui angkutan kota (angkot), sekaligus menyalurkan bantuan kepada 50 sopir angkot. Kegiatan ini dikemas dalam acara Gresik peduli, yang digelar bersama Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-52 Pemerintah Kabupaten Gresik, dan Hari Jadi ke-539 Kabupaten Gresik. Sekaligus upaya memperkuat gerakan zakat di tengah masyarakat pada momentum bulan suci Ramadan.
Sebanyak 50 sopir angkot menerima bantuan berupa uang tunai sebesar Rp400 ribu, serta paket sembako.
Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis oleh Bupati Gresik, kepada perwakilan sopir angkot. Juga bersama jajaran juga melakukan pemberangkatan kampanye zakat, melalui kendaraan angkot yang telah ditempeli stiker ajakan berzakat pada kaca bagian belakang kendaraan.
Melalui kampanye tersebut, pesan ajakan untuk menunaikan zakat. Diharapkan dapat menjangkau masyarakat lebih luas melalui angkutan kota, yang beroperasi di berbagai wilayah Gresik. Program peduli merupakan bentuk kepedulian Pemerintah Kabupaten Gresik, bersama BAZNAS kepada masyarakat. Khususnya, pekerja sektor transportasi yang setiap hari melayani mobilitas warga.
Perhatian kepada sopir angkot, juga tidak lepas dari dinamika transportasi yang terus berubah. Dalam beberapa tahun terakhir, para pengemudi angkutan kota menghadapi tantangan penurunan jumlah penumpang. Seiring perkembangan moda transportasi baru, serta perubahan pola mobilitas masyarakat.
Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, apresiasi kepada BAZNAS atas komitmennya membantu masyarakat. Khususnya, para sopir angkot di bulan suci Ramadan.
Juga menegaskan, bahwa pemerintah daerah memahami tantangan yang dihadapi para pengemudi angkutan umum di tengah perubahan sistem transportasi saat ini.
“Terima kasih kepada BAZNAS Kabupaten Gresik, atas kepeduliannya kepada para sopir angkot. Di bulan Ramadan berharap bantuan ini dapat memberikan manfaat, dan menambah semangat bapak-bapak dalam bekerja,” ujarnya.
Ditambahkan Fandi Akhmad Yani, bahwa kita tidak ingin para sopir angkot merasa ditinggalkan. Pemerintah tetap hadir untuk memberikan perhatian dan mencari solusi, agar mereka tetap bisa bertahan dan menjalankan usaha. [kim.kt]


