27 C
Sidoarjo
Tuesday, March 10, 2026
spot_img

Dilanda Banjir Bandang, Ratusan Hektar Lahan Pertanian Gagal Panen di Situbondo

Situbondo, Bhirawa
Akibat bencana banjir bandang yang melanda delapan kecamatan di Kabupaten Situbondo, ratusan hektare lahan sawah milik petani rusak dan mengalami gagal panen atau fuso, Selasa (10/3). Jumlah luas ini bisa bertambah, karena pendataan lahan pertanian hingga kini masih berlanjut.

Bupati Situbondo, Yusuf Rio Wahyu Prayogo, ketika dikonfirmasi membenarkan data ratusan hektar gagal panen tersebut. Hingga kini, aku Mas Rio, sapaan akrabnya, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Situbondo masih terus memvalidkan data kerusakan lahan sawah milik petani akibat disapu banjir bandang, dua hari yang lalu.

”Berdasarkan laporan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Situbondo, dampak banjir kedua yang melanda Desa Bloro membuat luas lahan yang hilang akibat tergerus air banjir semakin meluas. Semula hanya 5,5 ha, kini bertambah. Saat ini, teman-teman Penyuluh Pertanian Lapangan PPL) bersama kelompok tani masih mendata ulang,” ujar Mas Rio.

Selain itu, kata Mas Rio, banyak lahan yang sudah di tanam kembali tergerus arus banjir. ”Kini kami masih menunggu laporan petugas POPT untuk status lahannya,” katanya.

Untuk wilayah Kecamatan Kendit, lanjut Mas Rio, sampai dengan tadi malam, luasan lahan yang terdampak sekitar lebih kurang 253 ha. ”Petani banyak yang belum tanam kembali, karena takut ada terjadi banjir susulan mengingat curah hujan masih cukup tinggi,” tuturnya.

Berita Terkait :  Babinsa Jampirogo Mojokerto Pastikan Distribusi Gizi Tepat Sasaran

Sementara itu, kondisi Jembatan Midun, imbuh Mas Rio, aliran sungainya mengecil karena tersumbat sampah dan sedimennya sangat tebal sehingga diperlukan normalisasi. ”Langkah yang kita lakukan mengintruksikan atau memerintahkan DPUPP Kabupaten Situbondo untuk menjadwalkan kegiatan normalisasinya,” ujarnya.

Selain itu, kata Mas Rio, pihaknya juga memerintahkan DPUPP Kabupaten Situbondo untuk berkoordinasi dengan PG Wringin Anom, terkait di banyaknya sampah yang menyangkut di rel kereta pengangkut tebu yang masih aktif. ”Berdasarkan laporan, pihak PG Wringin Anom mengaku sanggup untuk bersama-sama membersihkan sampah dengan DPUPP,” tandas Mas Rio. [awi.fen]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow
spot_img

Berita Terbaru

error: Content is protected !!