Oleh:
Choirul Anam Djabar
Ketua DPW Jam’iyah Tilawatil Qur’an Provinsi Jatim
Ramadan adalah kesempatan emas yang belum tentu terulang. Karena itu, kita perlu strategi agar setiap harinya bernilai pahala, bukan sekadar rutinitas. Allah SWT sudah menunjukkan amalan yang paling ‘menguntungkan’. Dalam firman-Nya:
“Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca Kitab Allah (Al-Qur’an), menegakkan shalat, dan menginfakkan sebagian rezeki yang Kami anugerahkan kepadanya secara sembunyi-sembunyi dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perdagangan yang tidak akan pernah rugi”. (QS F??ir [35]: 29).
Ayat ini memberi kita arah yang jelas yaitu kuatkan hubungan dengan Al-Qur’an, jaga shalat, dan perbanyak sedekah. Hidupkan malam dengan tilawah dan tarawih. Jangan buru-buru pulang sebelum imam selesai, karena…
Rasulullah SAW bersabda yang artinya: “Barang siapa shalat malam bersama imam sampai selesai maka akan ditulis untuknya pahala salat semalaman suntuk. (HR An-Nasai: 1605 dan At-Tirmidzi: 806).
Di samping itu, mari kita lengkapi dengan sedekah, terutama memberi makan orang berbuka. Pahalanya seperti orang yang berpuasa tanpa mengurangi pahala mereka sedikit pun.
Rasulullah SAW bersabda tentang sedekah buka puasa artinya: “Barang siapa yang memberi makan orang puasa, maka baginya pahala semisalnya tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa itu sedikit pun.(HR At-Tirmidzi: 807).
Ramadhan bukan tentang melakukan semuanya, tapi tentang memaksimalkan yang paling utama. Fokus pada Al-Qur’an, salat berjamaah, dan sedekah. InsyaAllah, Ramadan kita benar-benar menjadi perdagangan yang tidak pernah rugi di sisi Allah SWT.
Ya Allah Ya Rahman Ya Rahim Ya Ghaffar, Ampunilah kelalaian kami dalam memanfaatkan hari-hari Ramadan yang telah berlalu, terimalah amal kami yang sedikit, berkahilah kami dalam waktu yang tersisa, dan bimbinglah kami kepada segala kebaikan dan perbaikan.
Janganlah Engkau biarkan Ramadan berlalu kecuali kami termasuk orang-orang yang memperoleh kemenangan dan ampunan, wahai Rabb semesta alam. [*]


