“Ada 37 kejuruan, ada di 33 tempat dengan jumlah kelasnya itu 830 kelas. Kita minta adik-adik lulusan SMA/SMK sederajat (yang lulus) dalam tiga tahun terakhir bisa memanfaatkan ini”
Jakarta, Bhirawa
Pemerintah melalui Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mempersiapkan program Pelatihan Vokasi Nasional bagi lulusan SMA dan SMK pada April 2026.
Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli dalam jumpa pers di Jakarta, Jumat mengatakan, tahap pertama akan menyerap setidaknya 20 ribu peserta yang merupakan lulusan SMA dan SMK dalam tiga tahun terakhir.
“Harapan kami tentu ini bisa dioptimalkan, jadi selain ada program Magang Nasional untuk lulusan perguruan tinggi, kita juga memberikan alternatif program untuk lulusan SMA dan SMK,” katanya.
Ia menjelaskan, saat ini Kemnaker sudah membuka Pelatihan Vokasi Nasional tahap pertama dan menyediakan 37 kelompok pelatihan atau kejuruan.
Proses pelatihan vokasi pun akan dilakukan secara daring, luring, dan blended learning bersama para mentor bersertifikasi.
“Ada 37 kejuruan, ada di 33 tempat dengan jumlah kelasnya itu 830 kelas. Kita minta adik-adik lulusan SMA/SMK sederajat (yang lulus) dalam tiga tahun terakhir bisa memanfaatkan ini,” ujar Menaker.
Lebih lanjut, ia mengatakan, pemerintah juga memberikan sejumlah fasilitas bagi para peserta program yaitu makan siang, uang transportasi senilai Rp20 ribu/hari, serta asuransi Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM).
Selain itu, diberikan pula modul-modul pelatihan dan sertifikat kompetensi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) setelah para peserta menyelesaikan program.
“Inilah upaya kita untuk mendorong mereka memiliki sertifikasi kompetensinya diakui, sehingga kita berharap memudahkan mereka untuk bisa bekerja,” kata Menaker.
Yassierli juga memastikan bahwa balai-balai pelatihan Kemnaker akan turut membantu menghubungkan para peserta program ke dunia kerja atau industri.
“Nanti juga akan dibantu oleh balai ketika memang network mereka misalnya ada peluang ini, dan seterusnya. Beberapa pelatihan itu juga bisa sesudah (menyelesaikan) pelatihan (mengarahkan) mereka berwirausaha,” ujar dia.
Menaker pun berharap program ini mendapatkan antusiasme dari masyarakat dan dapat dimanfaatkan dengan baik oleh para peserta yang terpilih melalui proses seleksi administratif dan wawancara.
“Kita menginginkan yang 20 ribu ini benar-benar nanti mereka yang memiliki keterkaitan, relevansi dengan bidang pelatihan yang diambil, sehingga peluang untuk bekerja lebih besar,” kata Yassierli.
Sementara itu, informasi lebih lengkap mengenai program Pelatihan Vokasi Nasional ini dapat diakses melalui laman skilhub.kemenaker.go.id. [ant.kt]


