26 C
Sidoarjo
Friday, February 6, 2026
spot_img

Dorong Pertumbuhan Ekonomi, Kota Kediri dan Kota Madiun Perkuat Kerja Sama Daerah


Kota Kediri, Bhirawa
Pemerintah Kota Kediri dan Pemerintah Kota Madiun resmi memperkuat kerja sama antardaerah sebagai upaya mendorong pertumbuhan ekonomi dan pembangunan berkelanjutan.

Kesepakatan bersama tersebut ditandatangani langsung oleh Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati dan Wali Kota Madiun Maidi di Ruang Joyoboyo Balai Kota Kediri.

Kerja sama ini mencakup Penyelenggaraan Pemerintahan, Pembangunan, serta Pengembangan Potensi Daerah, sebagai langkah strategis dalam memperluas kolaborasi antarkota yang memiliki karakteristik dan tantangan pembangunan perkotaan yang relatif serupa.

Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati menyampaikan bahwa kerja sama antara Kota Kediri dan Kota Madiun meliputi berbagai bidang strategis, mulai dari penyelenggaraan pemerintahan, tata kelola birokrasi, komunikasi dan informasi, hingga pengembangan potensi daerah seperti pariwisata, UMKM, dan sektor-sektor lainnya.

“Program yang telah berhasil diterapkan di Kota Madiun dan relevan untuk Kota Kediri tentu bisa kita sinergikan. Begitu pula sebaliknya, program unggulan Kota Kediri tidak menutup kemungkinan untuk diterapkan di Kota Madiun,” ujar Vinanda, Rabu (14/1).

Lebih lanjut, Wali Kota Kediri menegaskan bahwa Pemerintah Kota Kediri terbuka terhadap kolaborasi antardaerah selama memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Menurutnya, kerja sama harus mampu meningkatkan kualitas pelayanan publik, kesejahteraan masyarakat, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

“Selama program itu positif, bisa diterapkan, dan berdampak langsung pada masyarakat, Insyaallah akan kita lakukan. Kami tidak akan menutup diri,” tandasnya.

Berita Terkait :  Petani Jombang Terancam Gagal Panen, Dewan Minta Segera Koordinasi dengan Pemprov

Sementara itu, Wali Kota Madiun Maidi menuturkan bahwa kerja sama ini dilandasi oleh kesamaan karakter antara Kota Kediri dan Kota Madiun sebagai kota dengan tantangan hampir serupa, namun memiliki potensi yang berbeda-beda. Potensi tersebut, kata Maidi, perlu dikolaborasikan agar kedua daerah dapat saling menopang dan berkembang bersama.

“Misalnya, ketika Madiun mengalami kekurangan cabai sementara Kediri melimpah, maka kerja sama ini bisa saling menopang. Saat satu daerah mengalami kesulitan, daerah lain yang memiliki keunggulan bisa menjadi penopang,” jelasnya.

Maidi menegaskan bahwa sektor ekonomi menjadi prioritas utama dalam kerja sama ini. Ia mengibaratkan ekonomi sebagai aliran darah dalam tubuh manusia yang menentukan kesehatan secara keseluruhan.

“Ekonomi itu ibarat darah. Kalau alirannya lancar, orang sehat. Kalau pertumbuhan ekonomi kota bagus, maka kota itu juga sehat. Karena itu, ekonomi menjadi prioritas nomor satu,” tegasnya.

Dalam waktu dekat, kerja sama juga akan difokuskan pada pengembangan sektor pariwisata dan kuliner. Menurut Maidi, potensi wisata dan kuliner di kedua kota dapat saling diperkenalkan untuk meningkatkan daya tarik dan kunjungan masyarakat.

“Kuliner yang enak di Kediri kita ajak ke Madiun, yang enak di Madiun kita ajak ke Kediri. Itu yang penting,” imbuhnya.

Selain ekonomi dan pariwisata, Maidi juga memaparkan program unggulan Kota Madiun di bidang lingkungan, khususnya pengelolaan sampah. Ia menyampaikan bahwa Kota Madiun menargetkan zero waste dan zero kabel pada tahun 2027 sebagai bagian dari visi Kota Madiun mendunia.

Berita Terkait :  APBD Jatim 2025 Terancam Gagal Disahkan Tepat Waktu? Musyafak Rouf: Pimpinan DPRD Jatim Belum Siap!

“Tahun 2027 sampah harus sudah selesai, TPA di Kota Madiun harus sudah ditutup. IKL harus sudah berjalan. Selain itu juga zero kabel, kabel-kabel semrawut harus hilang. Karena Madiun mengimplementasikan 17 poin Sustainable Development Goals (SDGs), kota harus indah, bersih, oksigennya baik, dan suhunya semakin turun,” pungkasnya. [van/nov.gat]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru