Kabupaten Probolinggo, Bhirawa
Polres Probolinggo terus memperketat pengamanan wilayah dengan memaksimalkan patroli serta memetakan daerah rawan tindak kriminal. Langkah ini dilakukan untuk menekan angka kejahatan, khususnya pencurian kendaraan bermotor (curanmor) dan Pencurian Hewan (Curwan) yang masih menjadi keluhan masyarakat.
Menurut Kapolres Probolinggo, AKBP M Wahyudin Latif, berdasarkan hasil analisis dan evaluasi kriminalitas sepanjang 2025, kasus curanmor masih mendominasi dibandingkan jenis kejahatan lainnya.
”Dari hasil pemetaan, ada beberapa kecamatan yang menjadi atensi khusus karena rawan curanmor maupun Curwan. Ini menjadi dasar kami dalam mengatur pola patroli dan penempatan personel,” ujar AKBP Wahyudin Latif, Rabu (7/1).
Untuk kasus Curanmor, wilayah yang masuk dalam kategori rawan di antaranya Kecamatan Kraksaan, Paiton, dan Leces. Sementara kasus curwan banyak terjadi di Kecamatan Lumbang, Tiris dan Krucil.
Selain itu, Polres Probolinggo juga mencatat daerah rawan tindak pidana lain, seperti Pencurian dengan Kekerasan (Curas) di Kecamatan Leces, Krejengan, dan Tiris, serta pencurian dengan pemberatan (curat) di wilayah Krucil, Paiton, Gending, dan Kraksaan.
Dari data Satreskrim Polres Probolinggo, sepanjang 2025 tercatat 148 laporan curanmor dengan 95 kasus berhasil diungkap. Angka ini menunjukkan tren penurunan dibandingkan tahun sebelumnya.
”Untuk Curanmor, penyelesaiannya cukup baik. Tahun 2025 turun sekitar 64% dibanding tahun sebelumnya,” jelas Kapolres.
Sementara itu, kasus curwan tercatat sebanyak 15 laporan dengan tujuh kasus berhasil diungkap. Meski jumlahnya tidak terlalu banyak, AKBP Wahyudin Latif menegaskan bahwa curwan tetap menjadi perhatian serius karena sangat berdampak pada perekonomian masyarakat desa.
”Curwan ini langsung menyentuh mata pencaharian petani dan peternak. Maka tetap kami beri atensi khusus,” tegasnya.
Secara keseluruhan, sepanjang 2025 Satreskrim Polres Probolinggo menangani 869 laporan perkara, dengan 706 kasus di antaranya berhasil diselesaikan. Capaian ini menunjukkan tingkat pengungkapan perkara yang cukup tinggi.
Kapolres juga mengajak masyarakat untuk ikut berperan aktif menjaga lingkungan. Menurutnya, keamanan tidak bisa hanya dibebankan kepada aparat kepolisian semata.
”Kami mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan sekitar, menghidupkan kembali ronda, dan segera melapor jika melihat hal-hal mencurigakan. Dengan sinergi, angka kriminalitas bisa ditekan,” tandasnya. [fir.fen]

