Pemkot Probolinggo, Bhirawa
Pemerintah Kota Probolinggo menargetkan penurunan angka pengangguran hingga 50 persen melalui pelaksanaan Job Fair Inklusi yang digelar tiga kali sepanjang 2026. Langkah ini menjadi upaya konkret memperluas kesempatan kerja bagi masyarakat, termasuk kalangan disabilitas.
Wali Kota Probolinggo, dr. Aminuddin, mengatakan frekuensi pelaksanaan bursa kerja tahun ini meningkat dibanding tahun sebelumnya yang hanya sekali. Tahun ini, kegiatan dijadwalkan tiga tahap, dengan pelaksanaan awal digelar di GOR Ahmad Yani, Rabu (15/4).
“Kalau satu kali kegiatan bisa menyerap sekitar 600 tenaga kerja, maka dari tiga kali pelaksanaan diharapkan tercipta kurang lebih 2.000 peluang kerja,” ujarnya.
Pada pelaksanaan perdana, sedikitnya 30 perusahaan dari berbagai sektor ambil bagian dengan menyediakan 666 lowongan pekerjaan. Rinciannya, 321 untuk perempuan dan 345 untuk laki-laki.
Menurut Aminuddin, Job Fair Inklusi dirancang untuk menjawab persoalan tingkat pengangguran terbuka yang masih menjadi pekerjaan rumah pemerintah daerah. Dari sejumlah indikator pembangunan, pengangguran menjadi satu-satunya yang belum menunjukkan hasil optimal.
Ia menjelaskan, pengangguran terbuka mencakup tiga kategori, yakni masyarakat yang belum bekerja namun aktif mencari kerja, mereka yang sudah diterima namun belum mulai bekerja, serta kelompok yang sudah putus asa mencari pekerjaan.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin memberikan solusi nyata agar masyarakat mendapatkan pekerjaan yang layak,” tegasnya.
Selain membuka akses kerja, kegiatan ini juga menjadi sarana mempertemukan pencari kerja dengan perusahaan secara langsung. Antusiasme pencari kerja terlihat tinggi, terutama dari kalangan lulusan baru yang berharap bisa segera terserap di dunia kerja.
Pemkot juga memastikan pelaksanaan job fair berikutnya akan kembali digelar pada Agustus mendatang, sebagai bagian dari rangkaian upaya menekan angka pengangguran sekaligus mendukung pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026.(irf.hel)


