Surabaya, Bhirawa – Universitas Negeri Surabaya (Unesa) cetak rekor Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI), dengan menyelenggarakan yoga massal dengan pelibatan peserta disabilitas terbanyak tingkat institusi pendidikan di Kampus II Lidah Wetan Unesa, Surabaya.
Acara tersebut bertajuk ‘Guiding Synchronized Gathering of Thousands Through A Unified Body-Mind Journey’ kegiatan di ikuti oleh 3.000 peserta dan 150 peserta disabilitas yang mengikuti yoga bersama dalam rangka memperingati International Yoga Day atau Hari Yoga Internasional. Minggu, (21/6/2026)
Wakil Rektor IV Unesa, Dwi Cahyo Kartiko mengatakan semangat kegiatan bertumpu pada tiga keunggulan utama yang dimiliki Unesa, yaitu bidang olahraga, seni, dan disabilitas, dimana kampus berkomitmen memberikan ruang yang adil untuk meningkatkan kualitas kesehatan tanpa membeda-bedakan kondisi dan latar belakang.
“Tidak ada jarak antara disabilitas dan non-disabilitas, kita buktikan bersama yang luar biasa memberikan gerakan yang memang bisa dilakukan oleh anak-anak disabilitas,” katanya.
Perwakilan MURI, Almy Birama menyampaikan bahwa langkah Unesa menyediakan ruang olahraga bersama dengan tetap memperhatikan kebutuhan teman-teman penyandang disabilitas.
“Pada lingkungan institusi pendidikan, yoga dengan peserta terbanyak melibatkan peserta disabilitas ini merupakan yang pertama, kami mengapresiasi semangat dan tujuan baiknya dalam merangkul semua,” tuturnya.
Selaku instruktur, Anjasmara Prasetya menambahkan gerakan dibawakan sudah memenuhi standar dari protokol yang dipatenkan pemerintah India, pose-pose yoga sangat aman, mudah, namun tetap bermanfaat bagi kesehatan dan kebugaran tubuh, sehingga bisa diikuti siapa saja.
“Yoga memiliki sejumlah manfaat, seperti antaranya meningkatkan metabolisme, memperlancar peredaran darah, dan meningkatkan kadar oksigen, melepas seluruh ketegangan, sehingga tubuh bisa lebih relaks,” imbuhnya. [ren.kt]


