Surabaya, Bhirawa. – Dosen dan Mahasiswa Poltekkes Kemenkes Surabaya kembali menggelar Pengabdian Kepada Masyarakat (Pengabmas) dengan Program Kemitraan Masyarakat, di Puskesmas Tanah Kali Kedinding Surabaya, Sabtu (26/7), mengusung tema ‘Game Kognitif Proaktif Uno Stacko, Pencegahan Perilaku Seksual Pranikah Remaja Putri’.
Peserta terdiri perwakilan siswi SMA yang berada di wilayah binaan Puskesmas Tanah Kali Kedinding. Metode yang digunakan Game Kognitif Proaktif Uno Stacko agar edukasi lebih interaktif dan mudah dipahami remaja.
Pengabmas dipimpin Dwi Purwanti SKp SST MKes selaku Koordinator Pengabmas, didampingi Klanting Kasiati SPd MKes dan Tatarini Ika Pipitcahyani SST MKes, serta melibatkan lima mahasiswi.
Menurut Dwi Purwanti, fokus utama pencegahan perilaku seksual pranikah. Karena ada keterkaitan langsung antara perilaku seksual pranikah dengan stunting. Kehamilan pada usia remaja menyebabkan ibu belum siap secara fisik, psikis dan dalam pola asuh. Bahkan saat hamil remaja masih dalam masa pertumbuhan sehingga terjadi rebutan nutrisi antara ibu dan janin dalam kandungan.
”Game ini dirancang untuk meningkatkan pemahaman remaja putri terkait kesehatan reproduksi, batasan diri dan keterampilan menolak ajakan berisiko. Program ini menjadi salah satu bentuk kontribusi Poltekkes Kemenkes Surabaya dalam upaya promotif dan preventif pada kesehatan remaja. Melalui pendekatan belajar sambil bermain, diharapkan pesan pencegahan perilaku seksual pranikah dapat lebih mudah diterima,” katanya.
Koordinator Bidan Puskesmas Tanah Kali Kedinding, Revin Eka SKeb menyampaikan apresiasinya. ”Saya sangat berterima kasih karena Poltekkes Surabaya sudah menggelar Pengabmas terkait kesehatan reproduksi pada remaja di Puskesmas kami. Saya berharap semoga sangat berdampak di wilayah kami,” ujarnya.
Revin Eka juga menyoroti masih adanya kasus ibu hamil di bawah usia 20 tahun dengan status masih bersekolah di wilayah kerjanya.
Hal senada dikatakan Eka Puspita SKep Ners, Koordinator Program Anak Sekolah dan Remaja Puskesmas Tanah Kali Kedinding yang juga mendukung program ini. Menurutnya, peran tenaga kesehatan dan kampus sangat penting untuk memberikan pengetahuan yang benar kepada para remaja.
Sementara itu, Kepala Puskesmas Tanah Kali Kedinding, dr Era Kartikawati MM, juga mengapresiasi kolaborasi ini. Menurutnya,penanganan stunting itu tidak hanya ketika bayi itu telah lahir, tapi mencegah stunting itu bisa dimulai dari pengetahuan remaja-remaja kita tentang bahayanya seks bebas untuk mencegah terjadinya beberapa penyakit pada reproduksi para remaja putri.
dr Era Kartikawati berharap, peserta yang hadir dapat menularkan ilmu yang didapat kepada teman-temannya. Sehingga seluruh remaja di wilayah Tanah Kali Kedinding dapat memahami arti dan tujuan dari kegiatan ini. Dengan pendekatan edukatif sejak usia remaja, diharapkan angka stunting di Surabaya dapat ditekan dan melahirkan generasi yang lebih sehat dan berkualitas. [fen.hel]


