28.9 C
Sidoarjo
Monday, June 29, 2026
spot_img

Piala Wali Kota Surabaya, Ajang Kebangkitan Tinju Jatim


Surabaya, Bhirawa – Hadirnya 206 petinju dari beberapa provinsi di ajang Piala Wali Kota Surabaya menjadi moment kebangkitan pembinaan tinju di Jawa Timur bahkan mungkin nasional. Sebab kejuaraan tinju di Surabaya maupun Jatim sempat fakum beberapa tahun terakhir.

Kejuaraan Tinju Piala Wali Kota Surabaya yang digelar di GOR Pancasila 26-28 tidak hanya diikuti oleh atlet Surabaya, beberapa provinsi seperti Bali, Jawa Barat, Bekasi, Kepulauan Riau (Batam), hingga Sulawesi Barat juga mengirimkan petinju terbaiknya untuk bersaing meraih juara.

Wakil Ketua Pertina Jawa Timur, Agung Samsul Hadi, menyebut tingginya partisipasi itu menjadi sinyal bahwa Surabaya kembali diperhitungkan sebagai pusat pembinaan tinju nasional. “Awalnya ini hanya untuk antar-sasana, tetapi berkembang menjadi semi nasional. Ini kebanggaan bagi kami. Mudah-mudahan Piala Wali Kota Surabaya menjadi barometer kebangkitan tinju Surabaya dan Jawa Timur,” ujarnya.

Menurut Agung, kebangkitan tersebut mengingatkan kembali kejayaan Jawa Timur pada era 1980-an hingga 1990-an ketika daerah ini menjadi salah satu lumbung utama petinju amatir Indonesia.

Ia mengakui kualitas petinju Jawa Timur, khususnya Surabaya, masih dalam tahap membangun. Banyak atlet lokal baru memulai karier, sementara peserta dari Bali maupun Jawa Barat sudah berada dalam program pembinaan jangka panjang menuju ajang besar.

“Anak-anak Surabaya memang masih pemula, sedangkan daerah lain sudah lebih matang. Tetapi pengalaman bertanding melawan atlet-atlet nasional seperti ini sangat penting untuk mempercepat perkembangan mereka,” katanya.

Berita Terkait :  Tim Arung Jeram Surabaya Ikuti World Rafting Championship Malaysia

Kejuaraan ini sekaligus menjadi tolok ukur awal pembinaan menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur 2027.

Ketua Pertina Kota Surabaya, Ferlix Prasetya, mengatakan penyelenggaraan event berskala nasional sengaja dilakukan untuk mengukur kemampuan atlet Surabaya menghadapi persaingan yang lebih ketat.

Hasilnya cukup menggembirakan. Kontingen Surabaya mampu membawa pulang tujuh medali emas, sebuah capaian yang dinilai menunjukkan atlet binaannya mulai mampu bersaing dengan petinju dari daerah-daerah kuat. “Kami bangga karena atlet Surabaya sudah bisa mengimbangi petinju nasional. Ini menjadi modal penting untuk persiapan menuju Porprov,” kata Ferlix.

Meski demikian, ia menegaskan pembinaan tidak akan berhenti setelah kejuaraan ini. Para juara akan masuk program Pusat Latihan Cabang (Puslatcab), sementara Pertina Surabaya juga menyiapkan rangkaian Road to Porprov melalui sejumlah turnamen sebagai ajang evaluasi sekaligus menambah jam terbang atlet.

Selain itu, Pertina Surabaya berencana menggelar satu hingga dua kejuaraan lagi dengan skala menengah agar atlet yang belum meraih prestasi tetap memperoleh kesempatan meningkatkan kemampuan.

Piala Wali Kota Surabaya 2026 pun tidak hanya menghasilkan para juara, tetapi juga menjadi momentum penting yang menghidupkan kembali gairah pembinaan tinju di Jawa Timur.

Jika konsistensi kompetisi terus dijaga, Surabaya berpeluang mengembalikan status Jawa Timur sebagai salah satu kekuatan utama tinju amatir Indonesia. [wwn]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!