34.2 C
Sidoarjo
Sunday, November 1, 2026
spot_img

Perputaran Ekonomi Mango Carnival Probolinggo Tembus Rp567 Juta

Kota Probolinggo, Bhirawa – Mango Carnival of Indonesia (MCI) 2026 yang berlangsung selama tiga hari di Kota Probolinggo, 29-31 Oktober, mencatat estimasi perputaran ekonomi sebesar Rp567.355.250. Nilai tersebut berasal dari aktivitas perdagangan dan kegiatan usaha selama festival yang ditutup di Stadion Bayuangga, Sabtu (31/10/2026) malam.

Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin mengatakan, hasil pendataan selama pelaksanaan festival menunjukkan kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang pertemuan peserta dari berbagai daerah, tetapi juga menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat.

“Keberhasilan Mango Carnival of Indonesia tidak hanya diukur dari kemeriahan acara dan antusiasme masyarakat, tetapi juga dari dampak ekonomi yang dihasilkan. Ini menunjukkan bahwa kegiatan yang mengangkat potensi daerah dan melibatkan partisipasi masyarakat mampu menciptakan aktivitas ekonomi serta membuka peluang usaha,” kata Aminuddin saat penutupan.

Selain perputaran ekonomi, festival tersebut juga mempertemukan pelaku usaha dan petani mangga dari sejumlah daerah. Aminuddin mengungkapkan, dirinya sempat bertemu dengan investor asal Jepang yang menunjukkan ketertarikan terhadap potensi mangga Jawa Timur.

“Bahkan, saya mendapat kesempatan bertemu dengan investor Jepang yang tertarik terhadap potensi mangga Jawa Timur. Mereka menilai mangga Jawa Timur memiliki kualitas yang sangat baik. Ke depan, Kota Probolinggo juga berpeluang diundang dalam kunjungan bisnis ke Nagoya, Jepang,” ujarnya.

Dalam rangkaian penutupan, Kabupaten Ngawi keluar sebagai juara pertama National Mango Contest melalui varietas Harum Manis. Pemenang memperoleh piala bergilir, uang pembinaan Rp6,5 juta, dan sertifikat penghargaan. Posisi kedua diraih Kabupaten Pasuruan, sedangkan juara ketiga diraih Kabupaten Situbondo.

Berita Terkait :  Komitmen Wujudkan Mimpi Sesama Muslim, Shandy Purnamasari Berangkatkan Umrah Melalui J99 Foundation

Penilaian kontes meliputi tampilan fisik buah, seperti warna kulit dan bentuk, kemudian aspek sensori yang mencakup warna daging, tekstur, dan rasa. Juri juga menilai ukuran, berat, serta ketebalan daging buah.

Perwakilan Kabupaten Ngawi, Munirulhadi, mengaku tidak menyangka mangga yang dibawanya berhasil menjadi juara. Ia berharap hasil tersebut dapat mendorong petani di daerahnya untuk meningkatkan kualitas produksi.

“Kami sangat bangga dan bahagia. Kemenangan ini untuk seluruh masyarakat Ngawi. Semoga menjadi motivasi bagi para petani untuk semakin bersemangat merawat kebun dan menghasilkan varietas mangga berkualitas terbaik. Event ini juga bisa menjadi percontohan agar petani di daerah kami semakin terpacu mengembangkan potensi mangga,” katanya.

Selama tiga hari festival, sebanyak 60 kilogram mangga yang dibawa dari Ngawi dilaporkan habis terjual. Munirulhadi menyebut penjualan tersebut menghasilkan omzet hingga puluhan juta rupiah.

MCI 2026 diisi sejumlah kegiatan, antara lain kirab dan gerebeg gunungan mangga, bazar, pasar mangga murah, festival musik duk-duk, kolaborasi seni, kompetisi bertema mangga, kontes varietas, serta Mango Fun Walk.

Festival yang untuk pertama kalinya digelar di Kota Probolinggo itu diikuti peserta dari sejumlah kabupaten dan kota. Pemerintah Kota Probolinggo berharap kegiatan serupa dapat berlanjut pada tahun-tahun mendatang untuk memperluas pemasaran komoditas mangga daerah. [fir.kt]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!