Pemkab Madiun, Bhirawa. – Saat ini, pemerintah pusat tengah mendorong lahirnya lebih dari 80 ribu KDKMP (Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih) di seluruh Indonesia, di mana 1.061 koperasi di antaranya sudah mulai beroperasi sebagai langkah awal. “KDKMP diharapkan dapat menjadi pusat kegiatan ekonomi masyarakat, memperpendek rantai distribusi, memperkuat akses pembiayaan, memperluas pemasaran produk lokal, hingga menghadirkan pelayanan ekonomi yang lebih dekat kepada masyarakat,” kata Bupati Madiun H. Hari Wuryanto SH MAk saat bertindak sebagai Inspektur Upacara Peringatan Hari Koperasi ke-79 di Pendopo Ronggo Jumeno, Caruban, Senin (13/7/2026) membacakan amanat tertulis dari Menteri Koperasi Republik Indonesia.
Dikatakan pula, selain KDKMP, pemerintah juga memprioritaskan lahirnya koperasi sektor produksi untuk menggerakkan industrialisasi rakyat. Saat ini, koperasi sudah mulai merambah pengelolaan sektor strategis seperti Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum Nelayan (SPBUN), pembangkit listrik tenaga surya, hingga berbagai usaha produktif lainnya.
Menanggapi perkembangan tersebut, Bupati Madiun menyampaikan apresiasinya dan mengajak seluruh pemangku kebijakan di daerah untuk bersinergi. Pemerintah berkomitmen akan terus menyempurnakan regulasi agar koperasi semakin adaptif terhadap teknologi dan perkembangan zaman. “Kami mengapresiasi tumbuhnya koperasi tersebut dan mengajak pemerintah daerah serta gerakan koperasi untuk terus memberikan pembinaan dan pendampingan agar semakin banyak koperasi modern lahir di seluruh Indonesia,” tambahnya.
Peringatan Hari Koperasi ke-79 di Pendopo Ronggo Jumeno, Caruban, Senin (13/7/2026). Mengusung tema “Koperasi Berdaya, Indonesia Berjaya”, momentum ini dijadikan pijakan untuk memperkuat gerakan koperasi sebagai soko guru perekonomian nasional di tengah tantangan global.[dar.ca]


