30 C
Sidoarjo
Tuesday, September 1, 2026
spot_img

Baru Saja BPBD Kota Batu Gelar Geladi Ruang, Karhutla Terjadi di Gunung Butak

Kota Batu, Bhirawa – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Batu menyelenggarakan Geladi Ruang (TTX/Table-Top Exercise) dengan skenario Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla). Gladi tersebut digelar di Gedung Bina Praja, Kota Batu, Senin (31/8/2026) malam. Ternyata, Selasa (1/9/2026) siang, BPBD telah menerima laporan terjadinya Karhutla di Gunung Butak, Kota Batu.

Saat berita ini ditulis, karhutla di kawasan Gunung Butak merupakan informasi awal kejadian kebakaran hutan yang diterima Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) Bencana Kota Batu. Kejadian tersebut berada di kawasan semak dan hutan yang ada di Gunung Butak. Informasi tersebut diberikan Paguyuban Ojek Pendakian Gunung Panderman-Butak pada hari Selasa, 1 September 2026, pada pukul 12.46 WIB.

“Berdasarkan informasi yang diterima Pusdalops BPBD Kota Batu dari  telah terjadi kebakaran hutan berada di petak 100 Pos 3 Gunung Butak. Dan pemutakhiran informasi selanjutnya akan kami sampaikan secara berkala,” ujar Suwoko, Kepala BPBD Kota Batu, Selasa (1/9/2026).

Api sudah menyala saat petugas gabungan tiba di lokasi karhutla Gunung Butak, Selasa (1/9/2026). (screenshot for bhirawa)

Pada malam sebelumnya (31/8/2026), BPBD Kota Batu baru saja menggelar Geladi Ruang (TTX/Table-Top Exercise) dengan skenario Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kesiapsiagaan dan kapasitas seluruh unsur terkait dalam menghadapi potensi bencana karhutla.

Geladi Ruang dilaksanakan dalam bentuk diskusi pada tingkat pengambil keputusan dengan membahas skenario permasalahan dan mekanisme penanganan karhutla. Dalam geladi tersebut juga dibahas terkait Standar Operasional Prosedur (SOP) penanganan karhutlan

Berita Terkait :  DPRD Jatim Kirim Surat Usulan Pelantikan Khofifah-Emil ke Presiden

“Diharapkan masing- masing instansi menyadari tugas dan tanggung jawabnya masing-masing instansi ketika terjadi kondisi darurat seperti karhutla,” harap Suwoko.

Dan untuk memperkuat dan mengetahui apa yang harus dilakukan ketika terjadi kondisi darurat karhutla, dalam geladi juga dilakukan simulasi penanganannya. Dengan demikian setiap peserta bisa dan mampu memahami alur koordinasi dan pengambilan keputusan secara efektif ketika menghadapi kondisi darurat.

Dalam geladi, BPBD melibatkan sejumlah SKPD teknis Pemerintah Kota Batu, TNI, Polri, Tahura Raden Soerjo, Perhutani, serta perwakilan organisasi dan masyarakat. Kolaborasi lintas sektor menjadi unsur penting dalam menghadapi ancaman karhutla yang membutuhkan respons cepat dan terpadu.

BPBD Kota Batu mendorong terwujudnya kesamaan persepsi, penguatan koordinasi, serta kesiapan sumber daya dalam penanganan bencana, kesiapsiagaan yang baik, penanganan karhutla diharapkan dapat dilakukan secara cepat, terukur, terpadu, dan meminimalkan dampak terhadap masyarakat serta lingkungan. [nas.kt]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!