Pemprov Jatim, Bhirawa
UPT Balai Latihan Kerja (BLK) Wonojati menggelar Mini Job Fair pada Senin (4/5/2026) dengan melibatkan 22 perusahaan dan menyerap antusias dari 567 pencari kerja. Kegiatan ini menjadi langkah konkret memperluas akses kerja sekaligus mempertemukan langsung dunia usaha dan dunia industri (DUDI) dengan tenaga kerja.
Saat menyampaikan sambutan Kepala Disnakertrans Jatim Sigit Priyanto, Kepala UPT BLK Wonojati, Erna Wurjanti menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari strategi aktif dalam menekan angka pengangguran serta meningkatkan penempatan tenaga kerja di Jawa Timur.
“Data menunjukkan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Jawa Timur menurun dari 4,19 persen pada 2024 menjadi 3,88 persen per Agustus 2025. Ini menjadi sinyal positif yang harus terus kita dorong melalui berbagai intervensi, salah satunya mini job fair,” ujarnya.
Menurutnya, di tengah tantangan efisiensi dan dinamika industri yang semakin cepat, diperlukan langkah konkret dan kolaboratif untuk menjembatani kesenjangan antara kompetensi tenaga kerja dengan kebutuhan industri. BLK Wonojati, lanjutnya, tidak hanya berperan sebagai lembaga pelatihan, tetapi juga sebagai penghubung (link and match) antara lulusan pelatihan dengan pasar kerja.
“Kami ingin memastikan lulusan pelatihan memiliki akses nyata terhadap pekerjaan. Mini job fair ini menjadi ruang temu langsung antara perusahaan dan pencari kerja, sehingga proses rekrutmen bisa berjalan lebih cepat dan tepat sasaran,” jelasnya.
Erna berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang rekrutmen, tetapi juga memperkuat sinergi berkelanjutan antara BLK dan dunia industri. Dengan kolaborasi yang kuat, BLK Wonojati optimistis mampu mendorong peningkatan penempatan tenaga kerja serta menciptakan ekosistem ketenagakerjaan yang lebih inklusif dan berdaya saing di Jawa Timur.
Sebagaimana diketahui sebelumnya, sebanyak 786 pencari kerja mendaftar secara online, dengan 567 orang hadir langsung mengikuti kegiatan. Antusiasme ini menunjukkan tingginya kebutuhan masyarakat terhadap informasi dan akses lowongan kerja.
Sebanyak 22 perusahaan dari berbagai sektor turut berpartisipasi, mulai industri manufaktur, perbankan, perhotelan, hingga penempatan tenaga kerja luar negeri. Kehadiran perusahaan-perusahaan tersebut membuka peluang luas bagi pencari kerja, baik lulusan pelatihan BLK, alumni pendidikan formal, maupun masyarakat umum.
Selain rekrutmen, kegiatan ini juga diisi talkshow menghadirkan narasumber dari Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Jawa Timur, Insan Global Indonesia, serta Universitas Telkom Surabaya. Materi yang disampaikan meliputi peluang kerja ke luar negeri, prospek kerja di Jepang, serta pemanfaatan digitalisasi dalam memperluas kesempatan kerja.
Kegiatan ini juga mendapat respons positif dari para peserta. Salah satu pencari kerja mengaku sangat terbantu dengan pelaksanaan job fair tersebut. Mereka sangat terbantu dengan job fair di UPT BLK Wonojati Malang.
“Banyak informasi lowongan kerja dan kesempatan melamar langsung. Pengalaman ini membantu saya memahami kebutuhan dunia kerja,” ujarnya.
Peserta lainnya juga menyampaikan hal serupa. Ia menilai kegiatan tersebut memudahkan pencari kerja dalam mengakses informasi dan berinteraksi langsung dengan perusahaan. Bahkan menurut mereka, acara job fair ini sangat membantu dalam mencari pekerjaan.
Informasi yang diberikan jelas dan bisa langsung berinteraksi dengan beberapa perusahaan. Kegiatannya sangat bermanfaat bagi pencari kerja seperti mereka. [rac.kt]


