29 C
Sidoarjo
Tuesday, May 5, 2026
spot_img

Kendalikan Inflasi, Pemkot Mojokerto Masifkan Cabenisasi

Pemkot Mojokerto, Bhirawa
Pemkot Mojokerto nampaknya benar-benar ingin memperkuat ketahanan pangan meski di wilayah Perkotaan yang rata- rata berlahan pekarangan sempit. Hal ini dibuktikan dengan Gerakan Cabenisasi secara masif di 18 Kelurahan yang ada, dengan memanfaatkan pekarangan rumah warga. Sebagaimana yang dilakukan Kelurahan Pulorejo, Selasa (5/5/26).

Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari yang turun langsung ke lokasi mengatakan, untuk mendukung program cabenisasi di Kelurahan Pulorejo, setiap RT mendapatkan bantuan bibit tanaman yang terdiri dari 300 bibit cabai, 150 bibit bungkul, dan 150 bibit kangkung untuk didistribusikan kepada masyarakat.

Selain itu Ning Ita, sapaan akrab Wali Kota Mojokerto menegaskan bahwa program ini tidak hanya berfokus pada bahan pangan utama, tetapi juga komoditas pendukung yang berpengaruh terhadap stabilitas harga. “Ketahanan pangan itu tidak hanya bahan pokok seperti beras, jagung, singkong, tebu dan lain sebagainya, tetapi cabai ini juga bagian dari program ketahanan pangan,” kata Ning Ita.

Ia juga menjelaskan bahwa keterlibatan masyarakat dalam menanam cabai secara mandiri dapat membantu menekan gejolak harga di pasaran. “Kalau masing masing rumah sudah punya 10 pohon cabai, paling boten lonjakan cabai ke pasar jadi berkurang, karena semua rumah duwe lombok dewe dewe,” jelasnya.

Menurutnya, langkah ini juga menjadi solusi jangka panjang bagi masyarakat dalam menghadapi fluktuasi harga. “Supaya saat harga cabai melonjak tinggi, kita tidak perlu membeli di pasar karena sudah bisa memanen dari pekarangan rumah sendiri,” tambahnya.

Berita Terkait :  Sekda Kota Probolinggo Sampaikan Enam Fokus di Rakor Tim Terpadu Penangan Konflik Sosial

Tak hanya di Kelurahan Pulorejo, Ning Ita juga secara langsung melakukan Sosialisasi Gerakan Cabenisasi di Kelurahan Wates guna mendorong kemandirian pangan masyarakat melalui pemanfaatan lahan pekarangan.

Untuk diketahui, pemanfaatan lahan pekarangan selain juga menjadi salah satu indikator penilaian dalam Budaya RT Berseri yang telah diinisiasi secara langsung oleh Ning Ita.[min,oky.ca]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!