26.6 C
Sidoarjo
Friday, August 14, 2026
spot_img

Bustami Anggota MPR RI: Jokowi Layak Disebut Bapak Pembangunan Infrastruktur, Karyanya Dirasakan Daerah

Anggota DPD RI/MPR RI, Bustami Zainudin

MPR RI Jakarta. Bhirawa. – Anggota DPD RI/MPR RI Daerah Pemilihan Lampung, Bustami Zainudin, mengapresiasi penghormatan yang disampaikan Ketua DPD RI Sultan B Najamudin kepada para Presiden terdahulu dalam Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR-DPD RI Tahun 2026, Jumat (14/8/2026).

Dalam pidatonya, Ketua DPD RI memberikan apresiasi kepada para Presiden berdasarkan capaian dan kontribusi masing-masing bagi perjalanan bangsa. Untuk Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi), Sultan menyematkan sebutan sebagai “Bapak Infrastruktur”. Penghormatan tersebut disampaikan dalam kapasitas DPD RI sebagai salah satu lembaga yang menjadi bagian penting dalam penyelenggaraan Sidang Bersama DPR dan DPD RI.

Bustami Zainudin menilai penyebutan Jokowi sebagai Bapak Pembangunan Infrastruktur Indonesia bukan sekadar ungkapan penghormatan, melainkan memiliki dasar yang kuat apabila melihat berbagai pembangunan yang berlangsung selama dua periode kepemimpinannya.

“Menurut saya, ketika Pak Jokowi disebut sebagai Bapak Pembangunan Infrastruktur Indonesia, itu bukan sekadar memberikan julukan. Ada fakta yang bisa kita lihat dan rasakan di lapangan. Hampir di seluruh daerah, masyarakat merasakan hadirnya pembangunan infrastruktur selama beliau memimpin,” ujar Bustami.

Menurut Bustami, pembangunan infrastruktur pada era Jokowi tidak hanya terkonsentrasi di Pulau Jawa, tetapi juga diarahkan untuk memperkuat konektivitas dan membuka akses ekonomi di berbagai daerah. Pembangunan jalan, jembatan, jalan tol, pelabuhan, bandara, bendungan hingga infrastruktur pendukung lainnya menjadi bagian dari upaya memperkuat fondasi pembangunan nasional.

Berita Terkait :  KPU Sampang Gelar Pengundian Nomor Urut, Paslon MANDAT 1 dan Jimad Sakteh 2

Ia menilai pembangunan tersebut memiliki arti penting bagi daerah karena infrastruktur merupakan salah satu kunci untuk membuka keterisolasian, memperlancar mobilitas masyarakat, menekan biaya distribusi, serta mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.

“Sebagai anggota DPD yang mewakili daerah, kami melihat sendiri bagaimana pembangunan infrastruktur memberikan perubahan bagi masyarakat. Ada daerah yang sebelumnya sulit dijangkau, kemudian aksesnya terbuka. Ada sentra produksi yang semakin mudah terhubung dengan pasar. Ini adalah warisan pembangunan yang manfaatnya tidak berhenti ketika sebuah pemerintahan berganti,” kata Bustami.

Bustami menegaskan, apresiasi terhadap capaian Presiden terdahulu seharusnya ditempatkan dalam perspektif kebangsaan. Setiap pemerintahan memiliki tantangan, kebijakan, dan capaian masing-masing yang menjadi bagian dari rangkaian perjalanan Indonesia.

Karena itu, menurutnya, memberikan penghargaan terhadap karya para pemimpin terdahulu bukan berarti mengabaikan kekurangan yang pernah terjadi, tetapi merupakan bentuk penghormatan terhadap kontribusi yang nyata sekaligus menjaga kesinambungan pembangunan nasional.

“Yang paling penting adalah bagaimana karya yang sudah baik dilanjutkan, disempurnakan, dan manfaatnya semakin dirasakan masyarakat. Pembangunan Indonesia tidak boleh berhenti hanya karena pergantian kepemimpinan. Apa yang sudah menjadi fondasi harus kita rawat dan terus kita kembangkan,” tegasnya.

Bustami juga memberikan apresiasi kepada Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang saat ini memimpin Indonesia, dengan harapan dapat terus memperkuat pembangunan yang berorientasi pada pemerataan serta melanjutkan fondasi pembangunan yang telah diletakkan oleh pemerintahan sebelumnya.

Berita Terkait :  Perkuat Relasi dan Perluas Peluang Ekspor,Kadin Jatim Ambil Peran Strategis Misi Dagang Singapura

Ia menilai kepemimpinan keduanya membawa semangat baru dalam mempercepat pembangunan nasional dan memperkuat kesejahteraan masyarakat di seluruh daerah.

“Bagi kami di daerah, pembangunan itu bukan sekadar angka dan statistik. Pembangunan adalah jalan yang bisa dilalui, jembatan yang menghubungkan, irigasi yang menghidupkan pertanian, pelabuhan yang membuka perdagangan, dan akses yang membuat masyarakat memiliki kesempatan yang sama untuk maju,” pungkas Bustami.

Penghormatan Ketua DPD RI terhadap para Presiden terdahulu tersebut menjadi bagian dari pesan kebangsaan dalam Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR-DPD RI 2026, yang menekankan bahwa setiap pemimpin memiliki peran dan capaian dalam perjalanan panjang pembangunan Indonesia. [ira.hel].

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!