29.9 C
Sidoarjo
Tuesday, May 5, 2026
spot_img

Jelang Lebaran, Harga Daging Bertahan Tinggi di Sumenep, Cabai Rawit Berangsur Turun

Sumenep, Bhirawa
Harga sejumlah kebutuhan pokok di Kabupaten Sumenep masih relatif stabil, meskipun beberapa komoditas mengalami perubahan. Daging sapi tercatat masih bertahan tinggi, sementara harga cabai rawit mulai berangsur turun.

Kepala Bagian (Kabag) Perekonomian dan Sumber Daya Alam (SDA) Sekretariat Kabupaten Sumenep, Dadang Dedi Iskandar, mengatakan pihaknya terus melakukan pemantauan harga bahan pokok di sejumlah pasar tradisional. Salah satu pasar yang menjadi tempat pemantauan pergerakan harga kebutuhan pokok yakni pasar induk yakni pasar Anom baru dan pasar kecamatan yakni pasar Bangkal. Keduanya berada di kecamatan Kota Sumenep. “Pemantauan harga dilakukan di dua pasar tradisional, yakni Pasar Anom Baru dan Pasar Bangkal,” kata Dadang, Kamis (13/03).

Berdasarkan hasil pemantauan tersebut, harga beras premium tercatat Rp14.600 per kilogram, sedangkan beras lokal Rp13.000 per kilogram. Untuk minyak goreng curah berada di angka Rp19.000 per kilogram, sementara minyak goreng premium Rp22.000 per liter. Sementara itu, harga daging sapi murni masih bertahan di angka Rp135.000 per kilogram. Untuk komoditas telur, telur ayam broiler dijual Rp30.000 per kilogram dan telur ayam kampung Rp48.000 per kilogram. Pada komoditas cabai, terjadi pergerakan harga. Cabai merah besar mengalami sedikit kenaikan menjadi Rp30.000 per kilogram dari sebelumnya Rp28.000 per kilogram. Sedangkan cabai rawit mengalami penurunan dari Rp95.000 per kilogram menjadi Rp75.000 per kilogram. Adapun harga bawang merah tercatat Rp38.000 per kilogram dan bawang putih Rp30.000 per kilogram. “Semua harga komoditas relatif stabil, hanya daging sapi murni yang masih tetap tinggi. Sedangkan cabai rawit pada awal puasa relatif tinggi, tapi sekarang terus turun,” ungkapnya.

Berita Terkait :  Jelang Lebaran, Polres Sumenep Periksa Senpi Anggota

Dadang menambahkan, pemerintah daerah akan terus memantau perkembangan harga kebutuhan pokok di pasaran, terutama menjelang Hari Raya Idul Fitri. “Pemantauan ini dilakukan untuk memastikan ketersediaan bahan pokok tetap aman serta mengantisipasi lonjakan harga hingga Lebaran tiba,” pungkasnya.[sul.ca]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!