Nganjuk, Bhirawa – Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) Kabupaten Nganjuk menggelar Kejuaraan Kabupaten (Kejurkab) Catur Yunior se-Kabupaten Nganjuk tahun 2026. Agenda tahunan yang berlangsung pada 22-23 Juni 2026 di SDN 2 Jatirejo, Kecamatan Nganjuk ini, menjadi momentum strategis dalam memetakan potensi atlet catur sejak usia dini.
Ketua Umum Percasi Kabupaten Nganjuk, Agus Sugianto, S.H., menegaskan bahwa esensi dari kejuaraan ini melampaui urusan menang atau kalah. Kejurkab kali ini dirancang sebagai langkah konkret dalam melakukan pembinaan berjenjang serta menggali talenta-talenta muda berbakat di wilayah Nganjuk.
“Melalui Kejurkab ini, kami ingin menjaring talenta baru yang nantinya akan dipersiapkan untuk mewakili daerah kita ke ajang yang lebih tinggi, seperti Kejurprov, Porprov, bahkan hingga Kejurnas,” ujar Agus Sugianto dalam sambutannya.
Komitmen pengembangan prestasi ini mendapat dukungan penuh dari berbagai instansi terkait. Sebanyak 214 peserta yang terbagi dalam kategori A hingga G antusias memadati lokasi pertandingan. Acara ini di buka secara resmi oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Nganjuk, Puguh Harnoto, S.ST.P, MM.
“Melalui cabang olah raga catur ini di harapkan anak-anak di sekolah dasar-menengah ini selain berprestasi di cabor ini juga akan dapat meningkatkan kemampuan akademiknya, terutama kemampuan bahasa dan matematikanya,” terang Puguh Harnoto.
Turut hadir memberikan dukungan moral antara lain Sekretaris Dinas PORABUDPAR Kabupaten Nganjuk Jaenuri, perwakilan Kantor Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur di Nganjuk Endah, perwakilan Kantor Kemenag Kabupaten Nganjuk, perwakilan Ketua KONI Kabupaten Nganjuk Drs. Toto Nuswantoro, MM, serta Korwil Pendidikan Tingkat TK/SD Kecamatan Nganjuk Juari.
Selain mengasah kemampuan di atas papan, kejuaraan ini juga mengedepankan pembentukan karakter anak. Puguh Harnoto juga mengingatkan pentingnya memegang teguh filosofi catur dunia, “Gens Una Sumus” yang berarti kita semua adalah satu keluarga. Nilai ini diharapkan dapat mempererat solidaritas dan tali persaudaraan antar-sesama insan catur di Kabupaten Nganjuk.
Sebagai langkah solutif bagi pengembangan atlet ke depan, PERCASI juga menitipkan pesan penting kepada para pelatih dan pembina atlet di daerah. Pola pembinaan diharapkan tidak hanya bertumpu pada penguasaan teknis permainan semata.
“Jangan lupa untuk mengasah kemampuan fisik, mental, serta strategi berpikir anak didik selama pertandingan berlangsung. Pengalaman dan proses belajar itulah yang utama,” pungkas Agus Sugianto.
Even catur kejurkab yang diselenggarakan Percasi Nganjuk ini di apresiasi antusias oleh para penggemar catur baik pemula maupun pro dengan jumlah peserta 241 anak yang didukung oleh sekolah serta orang tuanya.
Sebagai contoh, Pardi (50 tahun) yang tinggal Sonopatik, Berbek, merasa senang karena anaknya Krisna (12) dapat masuk ke sekolah favorit MTSN 5 Nganjuk melalui jalur prestasi. yakni menjadi juara 1 catur yang diselenggarakan oleh sekolah tersebut.
Melalui kompetisi yang sehat dan pembinaan yang menyeluruh, ajang ini diharapkan mampu melahirkan atlet catur masa depan yang membawa nama harum Kabupaten Nganjuk di kancah nasional maupun internasional. Menjadi generasi emas 2045. [end.wwn]


