Pemkab Tulungagung, Bhirawa.
Pemkab Tulungagung memastikan layanan bus sekolah gratis bagi pelajar terus beroperasional meski harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi melonjak. Kenaikan harga BBM tersebut tetap akan dibebankan pada APBD Kabupaten Tulungagung.
Kabid Angkutan dan Sarana Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Tulungagung, Oki Sakti, Senin (15/6), mengungkapkan melonjaknya harga BBM nonsubsidi tidak berimbas pada operasional bus sekolah gratis. “Tidak ada imbasnya. Angkutan bus sekolah ini anggarannya wajib terpenuhi,” ujarnya.
Menurut dia, jika ada kekurangan anggaran saat tahun anggaran berjalan, maka akan dimintakan tambahan anggaran saat perubahan APBD. “Kita bisa minta tambahan ke APBD. Minta ke BPKAD. Ini anggarannya wajib,” sambungnya.
Oki Sakti memperkirakan dengan kenaikan harga BBM nonsubsidi saat ini anggaran untuk operasional bus sekolah gratis bagi pelajar akan membengkak sampai Rp 450 juta. Dari yang sebelumnya hanya Rp 330 juta pada tahun lalu.
“Prediksi anggaran (akibat kenaikan BBM) antara Rp 400 juta sampai 450 juta. Tetapi ini masih perkiraan saja. Belum tahu kedepannya bagaimana, Ini kan masih bulan Juni,” paparnya.
Sebelumnya, Oki Sakti juga menyatakan jika angkutan pelajar dengan bus sekolah gratis untuk kegiatan outing class juga masih tetap berjalan. Tidak ada penghentian akibat melonjaknya harga BBM nonsubsidi.
“Kalau outing class-nya di wilayah Tulungagung tetap berjalan. Yang tidak dilayani itu untuk peminjaman ke luar Kabupaten Tulungagung. Jadi hanya untuk dalam kota saja,” paparnya lagi.
Saat ini Dishub Kabupaten Tulungagung mengoperasionalkan sebanyak sembilan bus sekolah. Kesembilan bus ini melayani angkutan pelajar dengan sembilan trayek.
Sedang soal harga sparepart (suku cadang) kendaraan yang juga ikut melambung akibat kenaikan harga BBM nonsubsidi, Oki Sakti membeberkan jika hal itu juga tidak membuat bus sekolah gratis berhenti operasional. “Anggaran sparpart sudah cukup. Tidak ada imbasnya. Semua sudah tercover di APBD,” jelasnya.[wed.ca]


