25 C
Sidoarjo
Sunday, April 26, 2026
spot_img

Gelar Operasi Kestib di Tulungagung, Dishub Jatim Bersama Tim Gabungan Jaring 200 Ranmor

Tulungagung, Bhirawa
Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Jatim bersama tim gabungan berhasil menjaring 200 kendaraan bermotor (ranmor) dalam gelaran Operasi Sadar Keselamatan dan Ketertiban (Kestib) lLalu Lintas dan Angkutan Jalan Umum Tahun 2026. Operasi berlangsung di Terminal Gayatri Kota Tulungagung, Rabu (11/3).

Kepala UPT P3 LLAJ Dishub Provinsi Jatim di Tulungagung, Saikudin, mengatakan kendaraan yang terjaring Operasi Kestib tersebut kebanyakan surat uji kirnya sudah tidak berlaku lagi. “Ada 18 kendaraan yang mati uji kirnya,” ujarnya.

Selain itu, menurut dia, ada enam ranmor lainnya yang masa pajaknya sudah kedaluarsa. “Untuk yang mati uji kirnya kami tilang,” sambungnya.

Saikudin juga membeberkan dalam operasi gabungan yang melibatkan di antaranya Polres Tulungagung, Dishub Kabupaten Tulungagung, Jasa Raharja, TNI dan Terminal Gayatri itu dilakukan peringatan oleh polisi pada 10 ranmor yang bermasalah. Ranmor tersebut ada yang bannya sudah halus dan bahkan ada pula yang terkategori ODOL (Over Dimension Over Loading).

“Bagi yang terkategori ODOL kami sekaligus melakukan sosialisasi. Di mana Dishub Provinsi Jatim punya program normalisasi ODOL. Ibu Gubernur (Khofifah Indar Parawansa) di Dishub Jatim tanggal 6 Maret 2026 kemarin sudah meluncurkan program normalisasi angkutan barang. Jadi angkutan barang yang terkategori ODOL bisa dinormalisasi dan dibiayai oleh Pemprov Jatim melalui Dishub Provinsi Jatim,” paparnya.

Ia menyebut normalisasi bagi angkutan barang terkategori ODOL tidak berbiaya alias gratis. Pemotongannya gratis. “Tetapi itu untuk angkutan barang perorangan. Bukan yang perusahaan,” terangnya.

Berita Terkait :  Ribuan Pelari Ramaikan Kodim 0814 Fun Run di Jombang

Sebelumnya, Saikudin menyatakan Operasi Sadar Kestib di Tulungagung sengaja dilakukan saat momen jelang lebaran. Terlebih pada pekan depan angkutan barang sudah tidak diperbolehkan lagi beroperasi selain angkutan kebutuhan pokok.

“Sekarang momen yang tepat untuk menjaring kendaraan barang dari teman-teman pengusaha angkutan barang yang belum melaksanakan uji kir karena saat ini mereka memaksimalkan angkutan barang sebelum adanya larangan pada H-7 lebaran,” paparnya.

Sedang untuk ramcek kendaraan, Saikudin mengatakan hal itu terus dilakukan Dishub Provinsi Jatim secara berkala. Tidak hanya dalam momen lebaran. “Jadi dalam operasi ini selain menyasar angkutan barang juga bus pariwisata ini dalam rangka menyongsong masa lebaran tahun 2026,” pungkasnya.[wed.ca]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!