Kota Malang, Bhirawa
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk melalui Regional Office (RO) Malang terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat pilar ekonomi kerakyatan. Hingga medio Maret 2026, bank plat merah ini tercatat telah menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp 5,557 triliun kepada 117.387 debitur di wilayah kerjanya.
Langkah masif ini merupakan bagian dari strategi perseroan untuk mendorong pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) agar lebih produktif dan naik kelas.
Regional Micro Banking Head BRI Region Malang, Tito Witarnawan, mengungkapkan bahwa penyaluran KUR tersebut difokuskan pada sektor-sektor yang memberikan nilai tambah riil bagi perekonomian daerah. Secara komposisi, sektor pertanian, perikanan, dan perdagangan masih menjadi motor utama.
“Hingga Maret 2026, penyaluran didominasi sektor pertanian, perikanan, dan perdagangan dengan porsi mencapai 47,29 persen dari total penyaluran. Kami mengarahkan pembiayaan ini untuk mendukung aktivitas usaha yang produktif,” ujar Tito Witarnawan saat memberikan keterangan resmi, Senin (4/5).
Tito menambahkan, berdasarkan sebaran wilayah, serapan KUR tertinggi di bawah naungan RO Malang berada di wilayah Kabupaten/Kota Blitar, Ponorogo, dan Kediri. Ia menilai, kemudahan akses permodalan ini membuka peluang bagi pelaku usaha untuk meningkatkan kapasitas produksi serta memperluas lapangan kerja baru.
Penyaluran KUR ini, lanjut Tito, juga menjadi wujud nyata dukungan BRI terhadap program Astacita Pemerintah dalam memperkuat struktur ekonomi nasional melalui pemberdayaan UMKM dan pemerataan pembangunan hingga ke pelosok daerah.
“Tugas kami bukan sekadar menyalurkan dana. BRI juga bertanggung jawab melakukan pendampingan usaha dan edukasi finansial. Tujuannya, agar debitur memiliki keberlanjutan usaha dan tanggung jawab manajerial yang baik,” imbuhnya.
Menengok rekam jejak tahun sebelumnya, performa BRI RO Malang memang tergolong impresif. Pada tahun 2025, total KUR yang disalurkan mencapai Rp 20,359 triliun kepada 472.748 debitur. Saat itu, sektor pertanian dan perdagangan menyumbang porsi dominan sebesar 53,03 persen.
Ke depan, BRI RO Malang optimistis dapat terus menjadi motor penggerak ekonomi inklusif. Selain modal, penguatan literasi digital bagi UMKM menjadi agenda prioritas. “Kami terus mendorong pelaku usaha untuk melek digital dan memanfaatkan platform penjualan online. Dengan begitu, UMKM kita tidak hanya jago kandang, tapi benar-benar bisa naik kelas dan memiliki daya saing yang kuat,” pungkas Tito.[mut.ca]


