Sampang, Bhirawa
Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan Kabupaten Sampang terus mendorong puluhan ribu UMKM di Kabupaten Sampang, untuk memanfaatkan teknologi digital guna memperluas pasar, meningkatkan daya saing, serta mendukung pertumbuhan usaha berkelanjutan pada 2026.
Kepala Bidang Koperasi dan Usaha Mikro Diskopindag Sampang, Evi Hariati, mengatakan hingga pertengahan Juni 2026 tercatat sebanyak 30.214 pelaku usaha tersebar pada berbagai kategori usaha mikro, kecil, dan menengah.
“Data tersebut meliputi 1.624 wirausaha baru, 808 pedagang kaki lima, 23.405 usaha mikro, 4.700 wirausaha pemula, 2.303 wirausaha mapan, 60 usaha kecil, serta 17 usaha menengah,” ucapnya, Selasa, 9 Juni 2026.
Menurut Evi, UMKM memiliki kontribusi besar terhadap perekonomian daerah. Saat pandemi COVID-19, sektor makanan dan minuman mampu menjadi penopang ekonomi masyarakat dengan pertumbuhan kontribusi mencapai sekitar 14,99 persen.
“Sektor makanan dan minuman masih mendominasi aktivitas UMKM di Sampang. Pelaku usaha berasal dari pedagang kaki lima, kios, toko, outlet makanan, hingga restoran yang berkembang,” katanya.
Evi menilai digitalisasi menjadi kebutuhan penting bagi pelaku usaha saat ini. Melalui marketplace, WhatsApp, Facebook, dan Instagram, produk UMKM dapat menjangkau konsumen lebih luas hingga luar daerah.
Untuk mendukung transformasi tersebut, Diskopindag Sampang rutin menggelar pelatihan pemasaran digital.
“Program ini ditujukan meningkatkan kemampuan pelaku UMKM dalam memanfaatkan teknologi sehingga mampu bersaing dan naik kelas,” ujarnya. [lis.gat]


