Jombang, Bhirawa – Kualitas pembangunan infrastruktur tidak hanya ditentukan oleh perencanaan dan material yang digunakan, namun juga dipengaruhi kompetensi tenaga kerja yang mengerjakannya. Untuk memastikan mutu pekerjaan tetap terjaga, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Jombang membekali 40 pekerja konstruksi dengan pelatihan dan sertifikasi kompetensi.
Pelatihan digelar selama dua hari, yakni 22 dan 29 Juli 2026 di Aula Dinas PUPR Kabupaten Jombang. Para peserta adalah tukang pasang rangka baja ringan dari berbagai kecamatan di Kabupaten Jombang.
Melalui kegiatan itu, mereka diharapkan mampu bekerja sesuai standar konstruksi, mengutamakan keselamatan, dan menghasilkan pekerjaan yang lebih berkualitas.
Kepala Dinas PUPR Kabupaten Jombang, Imam Bustomi menyampaikan, tenaga kerja konstruksi harus memiliki kemampuan sesuai standar agar mampu mengikuti perkembangan teknologi dan tuntutan dunia konstruksi.
“Tenaga kerja konstruksi harus memiliki kompetensi yang sesuai standar agar mampu menghasilkan pekerjaan yang berkualitas, aman, dan mengikuti perkembangan teknologi konstruksi,” kata Imam Bustomi.
“Karena itu, pembinaan melalui pelatihan dan sertifikasi akan terus kami lakukan secara berkelanjutan,” imbuh dia.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Jombang dalam meningkatkan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) konstruksi sebagai penunjang pembangunan infrastruktur yang berkualitas dan berkelanjutan.
Sementara itu, Sekretaris Dinas PUPR Kabupaten Jombang, Agung Setiaji mengatakan, peningkatan kompetensi pekerja konstruksi merupakan investasi jangka panjang.
Karena, kualitas tenaga kerja akan berpengaruh langsung terhadap hasil pembangunan.
“Peningkatan kapasitas sumber daya manusia merupakan investasi jangka panjang yang akan berdampak langsung terhadap kualitas pembangunan daerah,” ujar dia.
Selama pelatihan, peserta mendapatkan materi dari Himpunan Aplikator Indonesia (HAPI). Materi yang diberikan adalah pengenalan material rangka baja ringan, teknik pemasangan sesuai standar, metode kerja yang tepat, hingga penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).
Setelah mengikuti pelatihan, seluruh peserta menjalani sertifikasi kompetensi yang dilaksanakan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Bina Konstruksi Nusantara pada Rabu (29/07).
Dalam proses asesmen tersebut, peserta diuji dari aspek pengetahuan, keterampilan, serta sikap kerja sesuai standar kompetensi jabatan Tukang Pasang Rangka Baja Ringan.
Agung Setiaji menjelaskan, melalui proses asesmen itu, peserta diuji dari aspek pengetahuan, keterampilan, dan sikap kerja sesuai standar kompetensi jabatan Tukang Pasang Rangka Baja Ringan.
Menurutnya, sertifikat kompetensi menjadi bukti bahwa tenaga kerja telah memenuhi standar nasional. Keberadaan pekerja konstruksi bersertifikat diharapkan mampu meningkatkan mutu pekerjaan, meminimalkan risiko kegagalan konstruksi, serta memperkuat penerapan keselamatan kerja.
Program tersebut merupakan bagian dari komitmen Dinas PUPR Kabupaten Jombang dalam membina tenaga kerja konstruksi melalui pelatihan, sertifikasi, sosialisasi, dan peningkatan kapasitas secara berkelanjutan.
“Ke depan, program serupa akan diperluas untuk berbagai klasifikasi tenaga kerja konstruksi,” ungkapnya.
“Harapannya, Jombang memiliki SDM konstruksi yang unggul, profesional, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta mampu mendukung percepatan pembangunan infrastruktur yang aman dan berkualitas,” pungkasnya. [rif.kt]


