Gresik, Bhirawa — Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Gresik menggelar Rapat Kerja (Raker) sebagai langkah awal memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus menyusun strategi menghadapi Pemilu 2029. Partai menargetkan peningkatan perolehan kursi DPRD Kabupaten Gresik dari enam kursi saat ini menjadi minimal sembilan kursi, dengan ambisi mengembalikan pencapaian terbaik yakni 11 kursi seperti pada Pemilu 2009.
Sekretaris DPD Partai Golkar Jawa Timur, Blegur Prijanggono, menyampaikan bahwa tujuan utama rapat adalah memperkuat konsolidasi internal sekaligus menyiapkan kerja-kerja politik yang manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Orientasi Raker ini adalah konsolidasi yang berujung pada kesiapan menghadapi Pemilu 2029. Dengan mempersiapkan diri sejak dini, kita berharap mampu meraih kembali kepercayaan masyarakat sehingga bisa menambah bahkan mengembalikan kursi yang sempat hilang,” ujar Blegur.
Menurutnya, tugas kepengurusan baru di bawah pimpinan Ketua DPD Golkar Gresik, Wongso Negoro, memang tidak ringan. Namun target tersebut dinilai dapat dicapai apabila seluruh kader aktif menyerap aspirasi masyarakat dan memperjuangkannya melalui kerja politik yang nyata.
Persaingan politik di Gresik yang juga diisi figur-figur pimpinan daerah dari partai lain tidak membuat Golkar gentar. Golkar dinilai sudah berpengalaman menghadapi situasi serupa dan memiliki strategi tersendiri, termasuk menyeleksi bakal calon legislatif yang memiliki kapasitas, siap melayani masyarakat, serta memiliki elektabilitas yang baik.
Sementara itu, Ketua DPD Partai Golkar Gresik, Wongso Negoro, menjelaskan pihaknya telah memetakan potensi kemenangan di setiap daerah pemilihan (dapil). Strategi yang ditetapkan adalah minimal meraih satu kursi di setiap dapil, dengan sejumlah wilayah diproyeksikan berpeluang meraih dua kursi.
“Target minimal kita sembilan kursi, sedangkan target maksimal tidak terbatas,” tegas Wongso Negoro.
Pasca-raker, perhatian khusus akan diberikan pada dapil yang sebelumnya kehilangan kursi, seperti Duduksampeyan, Bawean, dan Ujungpangkah. Di sisi lain, wilayah Menganti dan Manyar diprediksi berpotensi menyumbang dua kursi berkat dukungan kader yang kuat serta kemungkinan digabung dengan tokoh potensial dari luar partai.
Golkar Gresik juga akan segera membuka penjaringan bakal calon legislatif, baik dari kader internal maupun tokoh eksternal. Seluruh calon akan melalui proses seleksi ketat, dengan penekanan utama pada komitmen dan kesiapan bertarung demi kemenangan partai. [kim.kt]


