Dindik Jatim, Bhirawa – Dinas Pendidikan (Dindik) Jawa Timur menargetkan merebut gelar juara umum pada Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) Pendidikan Menengah (Dikmen) jenjang SMA/SMK tingkat nasional 2026 setelah mencatat hasil gemilang pada seleksi tingkat provinsi.
Kepala Dindik Jatim, Aries Agung Paewai, mengatakan pelaksanaan O2SN Dikmen tingkat provinsi tahun ini berlangsung sangat kompetitif dan menunjukkan pemerataan kualitas atlet pelajar di berbagai daerah.
“Hasil ini menjadi bukti nyata bahwa pembinaan ekstrakurikuler dan olahraga di sekolah-sekolah Jawa Timur berjalan sangat progresif dan merata, tidak hanya terpusat di satu kota,” ujarnya, Selasa (30/6).
Pada klasemen perolehan medali, Kota Surabaya menjadi juara umum dengan raihan tiga medali emas, satu perak, dan dua perunggu. Kabupaten Gresik menyusul dengan tiga medali emas, sedangkan Kabupaten Pamekasan mengoleksi satu medali emas dan dua perak.
Sebanyak 10 atlet terbaik hasil seleksi provinsi akan mewakili Jawa Timur pada O2SN Dikmen Nasional 2026. Kontingen terdiri atas lima atlet putra dan lima atlet putri yang akan bertanding pada lima cabang olahraga, yakni renang, atletik, bulu tangkis, panjat tebing, dan pencak silat.
Untuk cabang renang, Jawa Timur akan diwakili Aluna Ghassani dari SMAN Muhammadiyah 1 Gresik dan Zafni Abdul Ajiz dari SMA Muhammadiyah Gresik. Pada cabang panjat tebing, tampil Chantiqa Athaillah dari SMAN 8 Surabaya dan Ganendra Giri dari SMAN 4 Blitar.
Sementara cabang atletik diperkuat Sazkya Tsalisa dari SMAN 1 Manyar dan Raesya Nawang dari SMAN 4 Pamekasan. Pada bulu tangkis, Jawa Timur mengirim Sesilia Aurel dari SMAS Budi Utomo Prambon dan David Hadinata dari SMAN 13 Surabaya. Adapun cabang pencak silat akan diperkuat Amayra Briliana dari MAN 1 Kota Malang dan Althaf Izza dari SMA Islam Terpadu Al Uswah.
Aries menegaskan seluruh atlet yang lolos ke tingkat nasional dipersiapkan untuk menjadi peraih medali emas. “Target utama Jawa Timur adalah merebut juara umum nasional. Kami menargetkan medali emas di seluruh cabang olahraga yang diikuti. Sejak awal atlet dipersiapkan sebagai calon peraih emas, bukan sekadar finalis,” tegasnya.
Untuk mewujudkan target tersebut, Dindik Jatim menyiapkan program pemusatan latihan terpadu yang dirancang mencapai puncak performa saat pertandingan nasional. Atlet juga akan didampingi pelatih-pelatih berpengalaman yang memiliki rekam jejak prestasi di masing-masing cabang olahraga.
Tak hanya itu, para juara 1 akan dipersiapkan melalui pemusatan latihan atauntraining center (TC) dan uji tanding dengan atlet-atlet nasional asal Jawa Timur. Langkah tersebut dilakukan untuk mengukur kemampuan sekaligus mengetahui aspek yang masih perlu ditingkatkan sebelum berlaga di tingkat nasional.
“Kalau hanya latihan saja tidak cukup. Mereka juga harus mendapatkan pengalaman bertanding dengan atlet nasional agar mengetahui kekurangan dan hal-hal yang perlu ditingkatkan,” tegasnya
Selain itu, evaluasi berbasis data dilakukan terhadap hasil O2SN tingkat provinsi guna memperbaiki aspek teknis sekaligus memperkuat mental bertanding para atlet. Dindik Jatim juga menggandeng sekolah, orang tua, pengurus cabang olahraga, Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS), serta Cabang Dinas Pendidikan dalam mendukung persiapan menuju tingkat nasional.
Sementara itu, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Gresik, Eko Agus Suwandi, mengapresiasi prestasi atlet dari wilayahnya yang berhasil menyumbang tiga medali emas, masing-masing dua emas pada cabang renang putri dan satu emas cabang atletik putri yang mengantarkan atlet lolos ke tingkat nasional.
“Selain memaksimalkan pemantauan latihan kami bersama MKKS negeri dan swasta juga akan memberikan bonus uang kepada atlet yang berhasil meraih juara sebagai bentuk apresiasi dan motivasi,”ucapnya. [ina.wwn]


