Kepala BPJS Kesehatan Cabang Kediri, Tutus Novita Dewi, menyampaikan paparan saat Media Gathering bersama insan pers di Kota Kediri, Kamis (6/8).
Kota Kediri, Bhirawa. – BPJS Kesehatan Cabang Kediri memperkuat sinergi dengan insan media melalui kegiatan Media Gathering bertema Mengenal Wajah Baru JKN: Lebih Informatif, Lebih Fleksibel, dan Berkelanjutan, Kamis (6/8). Kegiatan ini menjadi ajang memperkenalkan berbagai inovasi layanan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang dikembangkan untuk memudahkan masyarakat.
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Kediri, Tutus Novita Dewi, mengatakan media memiliki peran strategis dalam menyampaikan informasi yang akurat kepada masyarakat mengenai Program JKN. Karena itu, kolaborasi dengan media dinilai penting agar berbagai kebijakan dan inovasi layanan dapat dipahami masyarakat secara utuh.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh rekan media yang selama ini telah menjadi mitra strategis BPJS Kesehatan. Keberhasilan Program JKN merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak, termasuk media yang terus mengedukasi masyarakat melalui pemberitaan yang positif dan konstruktif,” ujarnya.
Menurut Tutus, kegiatan tersebut juga menjadi sarana memperkuat komunikasi antara BPJS Kesehatan dengan media sehingga potensi munculnya informasi yang kurang tepat dapat diminimalkan.
Ia mengungkapkan, sinergi tersebut turut mendukung pencapaian Universal Health Coverage (UHC) di wilayah kerja BPJS Kesehatan Cabang Kediri. Hingga saat ini, cakupan kepesertaan JKN di Kabupaten Kediri telah mencapai 1.670.686 jiwa atau 98,59 persen dari total penduduk. Sementara di Kota Kediri mencapai 302.010 jiwa atau 99,75 persen.
Dalam kesempatan itu, BPJS Kesehatan juga memperkenalkan sejumlah inovasi layanan. Salah satunya PASTI JKN (Pantau Status Kepesertaan dan Informasi JKN) yang memudahkan peserta, khususnya Penerima Bantuan Iuran (PBI) dan peserta PBPU yang didaftarkan pemerintah daerah, untuk mengecek status kepesertaan secara mandiri sebelum mengakses layanan kesehatan.
Selain itu, terdapat NADI JKN (Nabung Harian untuk JKN) yang memungkinkan peserta menyisihkan dana setiap hari sebagai persiapan pembayaran iuran, sehingga kepesertaan tetap aktif tanpa harus terbebani pembayaran sekaligus saat jatuh tempo.
Bagi peserta yang memiliki tunggakan iuran, BPJS Kesehatan menghadirkan REHAB 3.0 (Rencana Pembayaran Bertahap). Program ini memberikan kemudahan pembayaran tunggakan secara bertahap sesuai kemampuan peserta. Pendaftaran dapat dilakukan melalui Aplikasi Mobile JKN, layanan WhatsApp PANDAWA maupun kanal penagihan iuran BPJS Kesehatan.
Transformasi digital juga diperkuat melalui Aplikasi Mobile JKN yang kini menyediakan berbagai layanan administrasi kepesertaan dalam satu aplikasi, mulai dari kartu digital, perubahan data peserta, antrean online di fasilitas kesehatan, skrining riwayat kesehatan, telekonsultasi dengan dokter hingga pembayaran iuran.
Selain Mobile JKN, peserta juga dapat memanfaatkan layanan PANDAWA (Pelayanan Administrasi melalui WhatsApp). Di sejumlah wilayah, BPJS Kesehatan turut menghadirkan VIOLA (Virtual Online Assistant) untuk memperluas akses layanan administrasi secara daring.
“Transformasi yang kami lakukan bukan sekadar menghadirkan teknologi, tetapi memastikan teknologi tersebut benar-benar memberikan kemudahan bagi masyarakat. Harapannya, peserta semakin mudah mengakses layanan, kepesertaan tetap aktif, dan manfaat Program JKN dapat dirasakan secara optimal,” kata Tutus.
Perwakilan media, Ayu Citra, mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan tersebut. Menurutnya, media gathering memberikan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai perkembangan kebijakan dan inovasi Program JKN sehingga informasi yang disampaikan kepada masyarakat menjadi lebih akurat.
“Kegiatan seperti ini sangat bermanfaat bagi kami. Informasi yang diperoleh dapat kami sampaikan kembali kepada masyarakat sehingga mereka mendapatkan informasi yang benar sekaligus dapat mengantisipasi munculnya berita hoaks terkait Program JKN,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, BPJS Kesehatan Cabang Kediri berharap kolaborasi dengan insan media terus terjalin guna meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap Program JKN dan berbagai transformasi layanan yang terus dikembangkan.(van,nov.hel)


