Mojokerto Raya. Bhirawa.
Guna memberi Informasi dan Peningkatan Pemahaman Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN)kepda masyarakat. BPJS Kesehatan Cabang Mojokerto menggandeng insan media, bertempat di Restoran XOW Mojokerto.
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Mojokerto, Titus Sri Hardianto, Sabtu (18/4/26) menyatakan kegiatan ini bertujuan menyamakan pemahaman antara BPJS Kesehatan dan media agar informasi yang disampaikan tetap selaras dengan ketentuan resmi. Media dinilai memiliki posisi penting sebagai penghubung antara penyelenggara program dan masyarakat.
“BPJS Kesehatan dan media memiliki peran penting sebagai mitra dalam memberikan edukasi kepada masyarakat. Melalui kegiatan ini, kami ingin memastikan informasi terbaru mengenai Program JKN dapat dipahami dengan baik dan disampaikan secara tepat, agar masyarakat memperoleh informasi yang benar dan seragam,” kata Titus.
Ia menambahkan, cakupan kepesertaan JKN di Kota dan Kabupaten Mojokerto telah mencapai UHC. Artinya, hampir seluruh masyarakat telah terlindungi jaminan kesehatan, sehingga akses layanan menjadi lebih mudah dan merata.
Untuk menjaga keaktifan kepesertaan, BPJS Kesehatan menyediakan berbagai kemudahan, di antaranya fitur autodebit melalui aplikasi Mobile JKN dan kanal perbankan. Selain itu, tersedia Program REHAB bagi peserta yang memiliki tunggakan iuran, sehingga dapat melunasi secara bertahap.
“Kami mengupayakan berbagai kemudahan bagi peserta agar kepesertaan JKN tetap aktif. Bagi peserta yang rutin membayar iuran, kami mendorong penggunaan autodebit agar pembayaran dilakukan otomatis setiap bulan. Sementara itu, bagi peserta yang memiliki tunggakan, dapat memanfaatkan Program REHAB untuk mencicil pembayaran sesuai kemampuan. Dengan begitu, masyarakat tidak perlu khawatir terlambat membayar dan perlindungan kesehatan tetap terjamin,” ujar Titus.
Dalam sesi pemaparan, Kepala Bagian Mutu Layanan Kepesertaan BPJS Mojokerto, Harman Caesa, menjelaskan JKN merupakan program strategis pemerintah untuk memberikan jaminan kesehatan menyeluruh bagi masyarakat. Edukasi dilakukan melalui berbagai metode, mulai dari sosialisasi langsung, pemanfaatan platform digital, hingga kolaborasi dengan pemerintah daerah dan kader masyarakat.
Ia menekankan pentingnya pemahaman prinsip gotong royong dalam JKN, alur pelayanan kesehatan, serta kewajiban peserta menjaga status kepesertaan tetap aktif agar manfaat layanan dapat digunakan saat dibutuhkan. Salah satu peserta, Sholahudin, mengapresiasi kegiatan tersebut karena mampu meluruskan berbagai informasi yang selama ini beredar di masyarakat.
“Kami mengapresiasi kegiatan ini karena banyak informasi yang sebelumnya kurang tepat kini menjadi lebih jelas, seperti anggapan tentang pembatasan rawat inap hanya tiga hari atau layanan JKN yang tidak bisa digunakan di luar domisili, yang ternyata tidak benar. Sebagai peserta JKN, kami juga semakin terdorong memanfaatkan layanan digital yang telah disediakan BPJS Kesehatan karena sangat memudahkan. Ke depan, kami sebagai rekan media tentu akan terus mendukung Program JKN agar manfaatnya semakin dirasakan luas oleh masyarakat,” ujarnya.
Kegiatan ini ditutup dengan sesi diskusi interaktif antara BPJS Kesehatan dan insan media, guna memperkuat kesamaan persepsi sekaligus menjawab berbagai pertanyaan terkait implementasi JKN di lapangan.[min.ca]


