31.7 C
Sidoarjo
Friday, June 19, 2026
spot_img

BBC Kembali Latih Guru Kuliner SMKN 3 Kediri


Surabaya, Bhirawa
Untuk meningkatkan mutu pendidikan jurusan kuliner, Bogasari Baking Center (BBC) Surabaya kembali menggelar pelatihan bagi enam guru SMKN 3 Kediri pada 3-4 Juni 2026. Ini merupakan pelatihan gelombang kedua, sebelumnya telah dilaksanakan pada 28-29 Januari 2026 dengan peserta enam guru berbeda, sehingga total ada 12 tenaga pendidik yang telah dilatih. Gelombang ketiga direncanakan berlangsung pada semester baru tahun ini.

Manajer SDM Bogasari Pabrik Surabaya, Bagus Tri Ardiyanto, menjelaskan materi disesuaikan dengan kebutuhan sekolah dan pengembangan produk Teaching Factory (TEFA).

Gelombang kedua mengusung tema Pembuatan Makanan Sehat dengan enam resep, antara lain Whole Wheat Toast, Korean Garlic Cheese Bread, hingga produk berbahan lokal seperti donat tape, Pumpkin Cotton Roll Cake, dan Cassava Cake.

Sementara pelatihan pertama bertema Makanan Kekinian, meliputi bomboloni mochi, croissant, dan lainnya. Seluruh materi dipandu langsung oleh Chef Senior BBC, Hadi Haudi.

Kegiatan ini bagian dari kerja sama selama satu tahun melalui program Bogasari Mengajar. Ruang lingkupnya meliputi penyusunan kurikulum berbasis proyek, magang guru, praktik kerja lapangan, kehadiran pembicara ahli, serta kunjungan industri bagi siswa dan pendidik. Pihak Bogasari berkomitmen memenuhi seluruh kesepakatan sebelum masa kerja sama berakhir.

Koordinator guru SMKN 3 Kediri, Agus Syafruddin, menyatakan ilmu yang didapat akan disalurkan kepada 432 siswa secara bertahap sesuai jenjang kelas, misalnya materi fusion pastry untuk kelas XI dan menu diet khusus untuk kelas XII. Pengetahuan ini juga diterapkan untuk mengembangkan produk TEFA bernama “Adiwangsa”. Saat Ramadan lalu, siswa memproduksi 700 toples kue dengan pendampingan guru dan meraih omzet Rp 35 juta. Tujuan utamanya melatih jiwa wirausaha, agar siswa yang tidak melanjutkan kuliah tetap mampu mandiri secara ekonomi.

Berita Terkait :  Kembangkan Buku Pop Up Interaktif, Angkat Isu Kesejahteraan Hewan

Hingga saat ini, sekolah telah menghadirkan produk inovatif seperti donat prasmanan dan mie sehat campuran bayam yang diminati siswa. Chef Hadi Haudi sangat mendukung langkah ini dan menekankan bahwa tepung terigu sangat fleksibel dikombinasikan dengan bahan pangan lokal – seperti talas, pisang, durian, atau ubi – sehingga dapat meningkatkan nilai ekonomi hasil pertanian dan menjadi peluang usaha bagi masyarakat maupun mitra usaha Bogasari. [riq.kt]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!