Surabaya, Bhirawa – Pembinaan cabang olahraga sepak takraw yang selama ini digelar Sekolah Menengah Atas Negeri Olahraga (SMANOR) terus menelurkan atlet berkualitas, terbukti para alumni SMANOR akan memperkuat tim sepak takraw Jawa Timur yang akan berlaga di Liga Sepak Takraw Indonesia (LSI) yang digelar di GOR Pancasila Surabaya 1-4 Juli.
Bahkan di tim sepak takraw putra Jatim seluruh pemain jebolan SMANOR, seperti M.Rafly Ferdiansya, Dwi Angga, Gusna Yusuf Hamdani, M.Abil Arshid, M.Ayyub, Ikhsan Nur Risky dan Rasyid Trio.
Sedangkan di tim putri Jatim dari tujuh pemain, enam atlet lulusan SMANOR, yakni Ayu Fitri, Salsa Sabililah, Aulia Febriani, Rini Susanti, Siti Juariyah dan Nurike Dias Amani. Sedangkan satu pemain diluar SMANOR yaitu Rizky Nikmaturohmah. “Di tim putri kita juga diperkuat atlet Pelatnas yaitu Salsa Sabilillah dan Ayu Fitri. Keduanya juga lulusan SMANOR,” kata salah satu pelatih Sepak takraw SMANOR M Khabib, Senin (29/6).
Lebih lanjut Khabib mengatakan, selama ini tim sepak takraw Jatim yang akan berlaga di LSI menjalani latihan di SMANOR. “Para atlet sudah menjalani program latihan untuk bertanding di LSI,” katanya.
Selama ini SMANOR menjadi salah satu oase lahirnya atlet sepak takraw berbakat bagi Jawa Timur dan Indonesia, bahkan dari sekolah yang berada di bawah naung Dinas Pendidikan Jatim sudah mencetak atlet yang berhasil meraih medali emas Asian Games 2023 yakni Saiful Rijal.
Sedangkan prestasi di PON, sepak takraw juga selalu menyumbangkan medali emas bagi Jatim, bahkan prestasi terbaiklnya adalah meraih 5 emas, 2 perak dan 1 perunggu.
Sementara itu, Ketua Pengprov Persatuan Sepak Takraw Indonesia (PSTI) Jatim, Dr. Aries Agung Paewai mengatakan kompetisi nasional tersebut merupakan langkah strategis memperkuat sistem pembinaan atlet sekaligus meningkatkan prestasi sepak takraw Indonesia di tingkat internasional.
“Jawa Timur merasa terhormat dipercaya menjadi tuan rumah seri pembuka Liga Sepak Takraw Indonesia Wilayah II. Ini bukan sekadar menjadi penyelenggara, tetapi juga bagian dari komitmen bersama untuk membangun ekosistem pembinaan atlet melalui kompetisi yang berkesinambungan,” ujar Aries Agung Paewai.
Ia menilai, kehadiran Liga Sepak Takraw Indonesia akan menjadi wadah bagi atlet untuk meningkatkan kualitas permainan, memperbanyak pengalaman bertanding, serta menjadi ajang pencarian bibit-bibit unggul dari seluruh penjuru Indonesia.
“Selamat bertanding kepada seluruh atlet dari sembilan provinsi. Tampilkan kemampuan terbaik, junjung tinggi sportivitas, hormati setiap lawan, dan jadikan kompetisi ini sebagai sarana mempererat persaudaraan. Semoga dari Liga Sepak Takraw Indonesia lahir atlet-atlet yang mampu mengharumkan nama bangsa di tingkat dunia,” katanya. [wwn]


