28 C
Sidoarjo
Saturday, April 18, 2026
spot_img

Akselerasi Graduasi Kemiskinan: Cara SRT 7 Kota Probolinggo Angkat Derajat Siswa dan Keluarga

Direktur Ekosistem Media Komdigi, Farida Dewi Maharani, saat berdiskusi mengenai efektivitas program pemberdayaan keluarga siswa yang menjadi nilai plus sistem pendidikan di SRT 7 Kota Probolinggo, Kamis (16/4/2026). Ayu Firdausiyah Ahmad.

Pemprov Jatim, Bhirawa.
Program Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 7 Kota Probolinggo tak hanya menyasar pendidikan anak, tetapi juga melakukan intervensi langsung kepada keluarga siswa. Model ini dinilai mampu mempercepat pengentasan kemiskinan karena menyentuh aspek hulu hingga hilir secara bersamaan.

Direktur Ekosistem Media pada Direktorat Jenderal Komunikasi Publik dan Media Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), Farida Dewi Maharani, menyebut pendekatan terintegrasi menjadi nilai lebih dari program Sekolah Rakyat yang kini dikembangkan di berbagai daerah.

“Tidak hanya membentuk anak yang masuk ke Sekolah Rakyat, tapi juga memperbaiki secara holistik termasuk keluarga-keluarganya,” ujar Farida saat kunjungan bersama media di SRT 7 Kota Probolinggo.

Menurutnya, selama ini banyak program bantuan berjalan sendiri-sendiri sehingga dampaknya tidak maksimal. Melalui pendekatan terintegrasi, intervensi dilakukan tidak hanya pada pendidikan anak, tetapi juga pada kondisi ekonomi keluarga.

“Kalau hanya mengandalkan anaknya saja, mungkin butuh 10 sampai 15 tahun untuk bisa mengangkat kondisi ekonomi keluarga. Tapi dengan sistem terintegrasi, akselerasinya bisa lebih cepat,” jelasnya.

Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Probolinggo, Madihah, menambahkan bahwa konsep terintegrasi tersebut diwujudkan melalui kolaborasi lintas sektor, baik pemerintah pusat maupun daerah.

Berita Terkait :  Program RPL dan Kelas Pekerja Unigoro Banyak Diminati

“Penyelesaian masalah ini dilakukan secara terintegrasi, baik lintas sektor, instansi vertikal, maupun kerja sama antara pusat dan daerah,” katanya.

Selain memberikan pendidikan formal bagi siswa dari keluarga Desil 1 dan 2, pemerintah juga menyasar orang tua melalui program pemberdayaan ekonomi. Sejumlah pelatihan diberikan, mulai dari keterampilan laundry hingga pengolahan makanan.

“Dari 100 orang tua, sekitar 60 sudah kita latih. Tujuannya supaya anak-anak bisa fokus belajar, sementara orang tua punya usaha sendiri,” ujar Madihah.

Tak hanya pelatihan, program ini juga terhubung dengan bantuan permodalan dari pemerintah pusat. Skema tersebut diberikan setelah peserta memiliki embrio usaha yang siap dikembangkan.

“Ada program graduasi dari Kemensos, jadi setelah dilatih dan punya usaha, nanti ada bantuan permodalan untuk pengembangannya,” imbuhnya.

Di sisi siswa, selain pendidikan formal, mereka juga dibekali keterampilan praktis seperti pembuatan tas dan pengolahan kopi. Produk tersebut bahkan sudah mulai dipasarkan secara terbatas.

Kepala Sekolah SRT 7, Susilowati, mengatakan pembekalan keterampilan menjadi penting mengingat tidak semua siswa akan melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi.

“Kami berharap anak-anak tidak hanya punya ijazah, tapi juga keterampilan sehingga bisa mandiri setelah lulus,” ujarnya.

Dengan pendekatan yang menyasar anak sekaligus keluarga, pemerintah optimistis Sekolah Rakyat mampu menjadi solusi nyata dalam memutus rantai kemiskinan, khususnya bagi kelompok masyarakat paling rentan.

Berita Terkait :  Rumah Sakit Tipe Disanksi Hingga Rp 30 Miliar, Senator Lia Istifhama Sesalkan Fenomena Fraud Sepihak Klaim BPJS

“Harapannya, yang terangkat bukan hanya anaknya, tapi satu keluarganya sekaligus,” pungkas Farida. [fir.hel].

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!