30.4 C
Sidoarjo
Sunday, November 8, 2026
spot_img

Baznas Jatim Jajaki Pengelolaan Harta Tak Bertuan dan Aset Yayasan Tak Aktif

Surabaya, Bhirawa. – Baznas Provinsi Jawa Timur menjajaki peluang pengelolaan harta tidak bertuan dan aset yayasan yang sudah tidak aktif sebagai salah satu upaya mengoptimalkan potensi harta umat. Penjajakan tersebut dibahas dalam audiensi bersama Pengadilan Tinggi Agama (PTA) Surabaya di Kantor PTA Surabaya, Jumat (6/11).

Wakil Ketua I Baznas Jatim, Imam Hambali mengatakan, pengelolaan harta tidak bertuan dan aset yayasan yang tidak lagi aktif menjadi salah satu potensi kerja sama yang dibahas bersama PTA Surabaya. Namun, upaya ini tetap harus memperhatikan ketentuan hukum yang berlaku.

Menurutnya, potensi harta umat perlu dikelola secara optimal agar dapat memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat. Karena itu, diperlukan sinergi antarlembaga untuk memastikan pengelolaannya berjalan secara amanah, transparan, dan sesuai aturan.

”Prinsip kami, Baznas bertekad menjadi lembaga yang amanah, inklusif, dan sinergis. Artinya, pengelolaan dana umat harus dilakukan secara transparan dan terus membuka ruang kolaborasi dengan berbagai pihak,” ungkap Imam.

Audiensi ini dihadiri Ketua Baznas Jatim Mohammad Ghofirin, Wakil Ketua I Imam Hambali, serta Ketua PTA Surabaya Zulkarnain. Selain membahas potensi pengelolaan harta umat, pertemuan juga menjajaki peluang peningkatan penghimpunan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) di lingkungan PTA Surabaya.

Ketua Baznas Jatim, Mohammad Ghofirin menegaskan, kolaborasi antarlembaga menjadi langkah penting untuk memperluas manfaat dana umat. Menurutnya, Baznas membutuhkan dukungan berbagai pihak agar potensi yang ada dapat dikelola dengan baik dan diwujudkan dalam program nyata.

Berita Terkait :  Mapolres Sampang Didemo, Tuntut Tuntaskan Kekerasan Seksual

”Baznas tidak bisa bekerja sendiri. Kami perlu membangun sinergi dengan berbagai lembaga agar potensi dana umat bisa dikelola dengan baik dan manfaatnya semakin luas. Harapannya, kerja sama ini bisa diwujudkan dalam program nyata yang dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujarnya.

Peluang kerja sama juga mencakup pengembangan layanan digital melalui integrasi aplikasi HaloBAZ milik Baznas Jatim dan SAMARA milik PTA Surabaya. Integrasi tersebut diharapkan dapat memperluas akses masyarakat terhadap layanan pembayaran ZIS, pengajuan bantuan, pendampingan, hingga pelatihan kerja.

Ketua PTA Surabaya, Zulkarnain, menyambut baik rencana kolaborasi tersebut. Ia berharap sinergi kedua lembaga dapat meningkatkan jangkauan layanan dan memberikan manfaat lebih besar, khususnya bagi masyarakat yang membutuhkan.

Melalui penjajakan kerja sama ini, Baznas Jatim berharap berbagai potensi harta umat dapat dikelola secara lebih optimal dan memberikan nilai manfaat bagi masyarakat. Sinergi dengan PTA Surabaya juga diharapkan menjadi langkah untuk memperkuat pengelolaan dana umat sekaligus memperluas jangkauan program pemberdayaan sosial. [Ina.fen]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!