32.3 C
Sidoarjo
Sunday, November 1, 2026
spot_img

Lestarikan Warisan Tradisional, 13 Sanggar Seni Tampilkan Musik Dug-Dug Kolosal di Probolinggo

Kota Probolinggo, Bhirawa – Sebanyak 13 sanggar seni musik dug-dug tampil bersama dalam Festival Musik Dug-Dug di Stadion Bayuangga, Kota Probolinggo, Jumat (29/10/2026) malam. Pertunjukan kolosal tersebut menjadi bagian dari rangkaian Mango Carnival of Indonesia (MCI) 2026 sekaligus ruang bagi seniman lokal untuk memperkenalkan kesenian tradisional kepada masyarakat.

Tabuhan perkusi khas dug-dug menggema sepanjang pertunjukan. Setiap sanggar menampilkan karakter musikal masing-masing dengan iringan gerakan penari. Penampilan secara bergantian itu memperlihatkan keragaman kreativitas kelompok seni yang selama ini mengembangkan musik dug-dug di Kota Probolinggo.

Suasana semakin meriah ketika kelompok Universal Line Dance turut berkolaborasi. Ketua TP PKK Kota Probolinggo, dr. Evariani Aminuddin, juga ikut bergabung dalam tarian bersama para peserta.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Probolinggo, Setiorini Sayekti, mengatakan festival tersebut merupakan penyelenggaraan perdana yang melibatkan sanggar-sanggar musik dug-dug. Dari sekitar 15 sanggar yang ada, sebanyak 13 kelompok ambil bagian dalam pertunjukan tersebut.

Menurut dia, festival tidak hanya menjadi ajang pementasan, tetapi juga kesempatan bagi setiap kelompok untuk memperkenalkan ciri khas dan kemampuan mereka kepada masyarakat.

“Festival kali ini merupakan pertama kalinya. Dari sekitar 15 sanggar yang ada, alhamdulillah 13 sanggar dapat berpartisipasi. Penampilan mereka juga didukung oleh para penari yang merupakan penggiat seni budaya dalam asuhan Bapak Peny Priyono,” jelasnya.

Berita Terkait :  Wali Kota Mojokerto Serahkan SK 7 Kepala Sekolah Baru, Tekankan Lingkungan Sekolah Aman dan Bebas Perundungan

Setiorini menambahkan, pertunjukan tersebut sekaligus dapat menjadi sarana bagi masyarakat untuk mengenal kelompok-kelompok musik dug-dug yang ada di Kota Probolinggo.

Keterlibatan belasan kelompok seni sekaligus menunjukkan bahwa kesenian tradisional ini masih memiliki komunitas pelaku yang aktif di Kota Probolinggo.

Dengan melihat langsung penampilan masing-masing sanggar, masyarakat dapat mengetahui karakter musik dan pertunjukan yang mereka bawakan.

Seniman Kota Probolinggo, Peny Priyono, mengapresiasi keterlibatan para pelaku seni dalam festival tersebut. Ia berharap kegiatan serupa dapat terus memberikan ruang bagi seniman untuk berkarya dan menjaga keberadaan kesenian lokal.

“Kami sebagai seniman di Kota Probolinggo merasa mendapatkan apresiasi dan kesempatan untuk tampil dalam kegiatan ini. Harapan kami, Kota Probolinggo terus melestarikan dan mengembangkan keseniannya sendiri. Semoga ke depan para seniman selalu diberikan ruang untuk menuangkan ekspresi dan kreativitas,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua TP PKK Kota Probolinggo dr. Evariani Aminuddin menilai musik dug-dug merupakan salah satu potensi budaya daerah yang perlu terus dikembangkan. Ia berharap kesenian tersebut dapat menjadi bagian dari agenda budaya yang diperkenalkan lebih luas melalui Mango Carnival of Indonesia.

Festival Musik Dug-Dug juga menjadi bagian dari upaya memperkenalkan potensi budaya lokal dalam rangkaian MCI 2026. Selain pertunjukan seni, kawasan Stadion Bayuangga diramaikan stan UMKM dan pameran berbagai jenis mangga yang menjadi salah satu komoditas unggulan daerah.

Melalui festival tersebut, musik dug-dug mendapat ruang pertunjukan yang mempertemukan berbagai sanggar dalam satu panggung. Keterlibatan belasan kelompok seni sekaligus menunjukkan bahwa kesenian tradisional ini masih memiliki komunitas pelaku yang aktif di Kota Probolinggo. [fir.kt]

Berita Terkait :  Wujudkan Situbondo Naik Kelas, SD-SMP Bakal Terapkan 5 Hari Sekolah

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!