92 atlet panjat tebing dari 26 kabupaten/kota bersaing meraih prestasi di Popda XV Jatim, Minggu (1/11). wawan triyanto/bhirawa
Surabaya, Bhirawa
Ajang Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) XV Jawa Timur dimanfaatkan secara optimal oleh Pengurus Provinsi Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Jatim dan Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Jatim sebagai sarana pembinaan serta penjaringan (talent scouting) atlet muda potensial.
Kompetisi panjat tebing yang diselenggarakan di Lapangan Jatim Seger 31 Oktober hingga 5 November ini diikuti oleh 92 atlet pelajar terdiri dari 38 atlet putri dan 54 atlet putra dari 26 kabupaten/kota di Jawa Timur.

Kadispora Jatim M Hadi Wawan Guntoro dan pengurus FPTI Jatim Danu Iswara bersama 92 atlet panjat tebing yang turun di Popda XV Jatim 2026.
Adapun kabupaten dan kota yang berpartisipasi diantar nya, Kabupaten Magetan, Surabaya, Sidoarjo, Bangkalan, Sampang, Tuban, Kabupaten Mojokerto, Kota Mojokerto, Tulungagung, Trenggalek, Kabupaten Malang, Lumajang, Jombang, Gresik, dan Banyuwangi.
Pengurus FPTI Jatim, Danu Iswara, mengungkapkan, pelaksanaan Popda sangat membantu program pembinaan di tingkat kabupaten dan kota karena memberikan dukungan nyata bagi persiapan para atlet muda. Selain itu, ajang ini berfungsi sebagai sarana pemantauan bakat atau talent scouting untuk kategori lead, boulder, dan speed di kelompok usia junior.
“Secara talent scouting, pembinaan teman-teman di daerah sangat terbantu. Selain Porprov, ajang ini sangat membantu kami dalam melihat potensi anak-anak usia muda di kategori lead, boulder, maupun speed,” ujar Danu, Minggu (1/11).
Danu menambahkan, para atlet yang tersaring dalam Popda ini akan dipantau perkembangannya untuk persiapan menuju Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) tahun depan. Ia juga mengimbau kepada pengurus kabupaten/kota agar terus membina atlet yang berhasil meraih medali serta mendorong mereka untuk aktif mengikuti berbagai kejuaraan kelompok umur maupun open tournament yang rutin diselenggarakan di Jawa Timur.
Sementara itu ditemui di lokasi lomba, Kepala Dispora Jatim, M. Hadi Wawan Guntoro, menegaskan bahwa cabang olahraga panjat tebing merupakan salah satu lumbung emas bagi kontingen Jawa Timur di PON.
Menurutnya, Popda merupakan ajang tertinggi bagi pelajar untuk mengukur dan mengevaluasi hasil pembinaan yang selama ini telah berjalan.
“Kita optimis ya dan berharap ajang Popda ini sebagai ajang tertinggi untuk pelajar, sehingga bisa menjadi bahan evaluasi hasil pembinaan kita selama dari usia dini,” kata Hadi Wawan.
Melalui Popda XV Jatim ini, Dispora berharap antusiasme dan minat yang tinggi dari para pelajar dapat melahirkan regenerasi atlet yang tangguh. Para juara yang lahir dari ajang ini nantinya akan disiapkan untuk menghadapi berbagai ajang bergengsi seperti Popnas, Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) tahun depan, hingga proyeksi jangka panjang menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028.
“Kita berharap dari sini kelihatan antusiasme dan minat anak-anak, sehingga kita bisa melahirkan regenerasi juara mulai dari lapis dua hingga lapis tiga. Untuk event apapun kita siap, termasuk Popnas, uji coba Porprov tahun depan, dan PON 2028,” pungkasnya. wwn


