27.8 C
Sidoarjo
Sunday, October 25, 2026
spot_img

Gerkatin Jatim Hadirkan Ruang Ekspresi dan Perkuat Semangat Tuli Berkarya dan Berpartisipasi

Pemprov Jatim, Bhirawa. – Pekan Tuli Internasional 2026 menjadi momentum bagi komunitas Tuli untuk menunjukkan potensi, mengekspresikan kreativitas, sekaligus memperluas partisipasi dalam kehidupan bermasyarakat. Melalui kegiatan yang digelar Gerakan untuk Kesejahteraan Tunarungu Indonesia (Gerkatin) Jawa Timur, komunitas Tuli mendapat ruang untuk berkarya dan berinteraksi dengan masyarakat dalam suasana yang inklusif.

Bertempat di halaman Gedung PKK Jawa Timur, Minggu (25/10), kegiatan ini menghadirkan beragam agenda yang terbuka bagi masyarakat. Mulai dari bazar tuli, pentas tuli, flashmob bisindo, murathal surah, jalan sehat tuli, kopi tuli Tutur Rasa Surabaya, pemeriksaan kesehatan gratis, hingga pembagian doorprize.

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Jatim Dra Restu Novi Widiani MM menyampaikan bahwa kesempatan untuk berkarya dan berpartisipasi dalam kehidupan sosial merupakan hak setiap orang, termasuk penyandang disabilitas. Menurutnya, kegiatan seperti Pekan Tuli Internasional dapat menjadi sarana untuk membangun pemahaman masyarakat sekaligus memperluas kesempatan bagi komunitas Tuli untuk menunjukkan kemampuan mereka.

”Komunitas Tuli memiliki potensi yang besar untuk berkarya dan berkontribusi, sehingga perlu didukung dengan ruang partisipasi yang setara dan lingkungan yang inklusif,” ujarnya.

Beragam kegiatan sengaja dihadirkam untuk mempertemukan komunitas tuli dengan masyarakat dalam ruang interaksi yang lebih terbuka. Melalui pentas tuli dan flashmob Bisindo misalnya, masyarakat dapat mengenal ekspresi seni sekaligus bahasa isyarat yang menjadi bagian penting dalam komunikasi komunitas tuli.

Berita Terkait :  Pemkot Batu Tambah Rumah Kompos TPS3R, Optimalkan Penanganan Sampah

Semangat tersebut sejalan dengan tema Bersama Tuli, Berkarya, Berdaya yang mengajak masyarakat untuk melihat penyandang disabilitas dari sisi potensi dan kemampuannya. Kehadiran bazar tuli dan kopi tuli Tutur Rasa Surabaya juga memperlihatkan bahwa komunitas tuli memiliki kesempatan untuk mengembangkan aktivitas produktif, membangun kemandirian, serta mengambil peran dalam kehidupan ekonomi dan sosial.

Novi menambahkan, upaya membangun lingkungan yang inklusif perlu didukung oleh kebijakan yang memastikan pemenuhan hak penyandang disabilitas dalam berbagai aspek kehidupan. Hal ini sejalan dengan disahkannya Perda tentang Disabilitas di Jawa Timur yang menjadi landasan untuk memperkuat kesetaraan hak dan aksesibilitas bagi penyandang disabilitas.

”Melalui kegiatan seperti ini, masyarakat diajak untuk semakin memahami pentingnya memberikan kesempatan yang setara bagi komunitas tuli agar dapat berkarya, berdaya, dan berpartisipasi aktif dalam kehidupan bermasyarakat,” tuturnya.

Selain menjadi ruang ekspresi dan pemberdayaan, Pekan Tuli Internasional 2026 juga mengingatkan pentingnya membangun komunikasi yang lebih inklusif dalam kehidupan sehari-hari. Pengenalan bahasa isyarat, interaksi yang saling menghargai, serta keterbukaan terhadap keberagaman menjadi langkah nyata untuk mengurangi hambatan komunikasi antara komunitas Tuli dan masyarakat.

Melalui kegiatan ini, semangat tuli berkarya dan berdaya diharapkan terus tumbuh seiring terbukanya ruang partisipasi yang semakin luas. Lebih dari sekadar perayaan, pekan tuli Internasional menjadi pengingat bahwa masyarakat yang inklusif dibangun dengan menghargai potensi setiap individu dan memberikan kesempatan yang setara bagi semua untuk berkontribusi. [rac.fen]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img
spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!