27.8 C
Sidoarjo
Sunday, October 25, 2026
spot_img

Finfest 2026 Kediri Buka Akses Keuangan bagi UMKM


Kediri, Bhirawa – Kediri Financial Festival (Finfest) 2026 menjadi salah satu upaya memperluas akses layanan keuangan sekaligus membuka peluang pengembangan usaha bagi pelaku UMKM.

Festival yang berlangsung di area Balai Kota Kediri pada 24-25 Oktober 2026 itu melibatkan 70 UMKM serta menghadirkan 32 stan lembaga jasa keuangan.

Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati mengatakan, pelaku usaha kreatif perlu didukung pemahaman pengelolaan keuangan, akses permodalan yang aman, serta kemampuan mengembangkan usaha secara legal dan berkelanjutan. Kreativitas dan pemanfaatan teknologi digital perlu diimbangi dengan pengelolaan keuangan yang baik.

“Melalui kegiatan ini, para pelaku usaha kreatif diharapkan tidak hanya mampu menghasilkan karya bernilai ekonomi, tetapi juga meningkatkan literasi keuangan dan mengoptimalkan akses terhadap layanan keuangan resmi, mulai dari perbankan digital, investasi, hingga perlindungan usaha,” kata Vinanda saat membuka Finfest 2026, Sabtu (24/10) malam.

Vinanda berharap festival tersebut dapat menjadi ruang edukasi bagi masyarakat, mulai dari pelajar, pelaku usaha, hingga komunitas, agar semakin cerdas dan bijak dalam mengelola keuangan.

Masyarakat juga dapat mengenal berbagai produk dan layanan keuangan, termasuk membuka rekening tabungan, memperoleh pembiayaan, serta mempelajari investasi secara aman.

Menurut Vinanda, kolaborasi Pemerintah Kota Kediri, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan lembaga jasa keuangan yang tergabung dalam Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) perlu terus diperkuat untuk memperluas akses keuangan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Berita Terkait :  PPDI Berperan Sukseskan Pembangunan Desa dan Wujudkan Swasembada Pangan

Sementara itu, Kepala OJK Kediri Ismirani Saputri mengatakan, Finfest telah memasuki tahun kelima sejak pertama kali diselenggarakan pada 2022. Pada pelaksanaan tahun sebelumnya, transaksi selama dua hari pameran tercatat mencapai Rp5,7 miliar.

“Ini merupakan salah satu bukti bahwa kegiatan Finfest yang kami adakan memiliki potensi besar untuk mempertemukan masyarakat dengan produk dan layanan jasa keuangan sekaligus membuka peluang ekonomi,” ujar Ismirani.

Menurut Ismirani, perluasan inklusi keuangan membutuhkan sinergi berbagai pihak agar masyarakat semakin mudah mengakses layanan keuangan formal. Berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2026, tingkat inklusi keuangan Indonesia telah mencapai 93,61 persen.

Pemerintah menargetkan tingkat inklusi keuangan sebesar 98 persen pada 2045. Karena itu, peningkatan pemahaman masyarakat mengenai produk dan layanan keuangan tetap diperlukan agar akses yang tersedia dapat dimanfaatkan secara tepat.

Finfest 2026 mengusung tema Transforming Creativity into Digital Economic Value. Selain menghadirkan 32 stan lembaga jasa keuangan dari sektor perbankan, pasar modal, asuransi, pembiayaan, dan penjaminan, festival ini melibatkan 70 UMKM binaan lembaga jasa keuangan dan perangkat daerah terkait.

Rangkaian kegiatan juga meliputi edukasi keuangan, pemilihan Duta Literasi OJK Kediri, lomba video edukasi, stocklab competition, lomba stan interaktif, serta berbagai kompetisi lainnya. Festival tersebut diharapkan dapat mempertemukan masyarakat dengan layanan keuangan sekaligus membuka peluang pengembangan usaha lokal. [van/nov.gat]

Berita Terkait :  Indonesia Usulkan Tiga Strategi Hadapi Perubahan Dunia Kerja pada 28th ASEAN Labour Minister's Meeting

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img
spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!