Surabaya, Bhirawa – Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) Universitas Muhammadiyah Surabaya (Umsura) mengukir tonggak baru dalam pengembangan pendidikan kefarmasian dengan melahirkan lulusan apoteker perdana dari Program Studi Pendidikan Profesi Apoteker.
Lulusan perdana tersebut resmi mengikuti Pengucapan Lafal Sumpah Apoteker Periode I yang digelar di Gedung At Tauhid Tower Lantai 13 Universitas Muhammadiyah Surabaya, Sabtu (24/10). Momentum tersebut menandai untuk pertama kalinya Prodi Pendidikan Profesi Apoteker FIK Universitas Muhammadiyah Surabaya mengantarkan lulusannya hingga tahap pengucapan sumpah profesi.
Dekan FIK Universitas Muhammadiyah Surabaya, Dr. Dede Nasrullah, S.Kep.Ns., M.Kep., mengatakan capaian tersebut menjadi tonggak penting dalam perjalanan pengembangan pendidikan kefarmasian di lingkungan FIK.
Menurutnya, keberhasilan mengantarkan lulusan pertama hingga tahap sumpah profesi menjadi kebanggaan sekaligus motivasi bagi fakultas untuk terus meningkatkan mutu pendidikan dan pembelajaran praktik. “Capaian ini menjadi tonggak penting dalam perjalanan pengembangan pendidikan kefarmasian di FIK Universitas Muhammadiyah Surabaya,” ujarnya, Minggu (25/10).
Dede menambahkan, pengembangan pendidikan profesi apoteker juga akan terus diperkuat melalui kemitraan dengan berbagai institusi pelayanan kefarmasian. Langkah tersebut diperlukan untuk memastikan lulusan memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan pelayanan kesehatan.
Pengucapan sumpah apoteker menjadi tahapan penting sebelum para lulusan menjalankan tanggung jawab profesional di bidang pelayanan kefarmasian. Setelah menyandang profesi apoteker, lulusan dituntut menjunjung tinggi etika, kompetensi, integritas, serta keselamatan pasien dalam menjalankan tugasnya.
Rektor Universitas Muhammadiyah Surabaya, Prof. Dr. Mundakir, S.Kep.Ns., M.Kep., berpesan agar para lulusan senantiasa menjaga amanah profesi dan terus meningkatkan kompetensi. Ia juga mendorong para apoteker baru agar memberikan kontribusi terhadap peningkatan kualitas pelayanan kesehatan dan manfaat bagi masyarakat. “Lulusan apoteker diharapkan mampu menjaga amanah profesi, meningkatkan kompetensi, serta mengedepankan keselamatan pasien dalam setiap praktik kefarmasian,” katanya.
Perwakilan lulusan, Apt. Aldi Maygata Pradana, S.Farm., mengatakan pengucapan sumpah bukan sekadar seremoni akademik. Menurutnya, momentum tersebut menjadi awal dari tanggung jawab profesional untuk memberikan pelayanan kefarmasian yang aman, bermutu, dan berorientasi pada kepentingan pasien.
Sementara itu, dalam kegiatan tersebut FIK Umsura juga memberikan penghargaan kepada mahasiswa berprestasi dalam tiga kategori. Penghargaan OSCE Terbaik dan CBT Terbaik diraih Apt. Dwi Fitri Nur Syamsiyah, S.Farm., sedangkan penghargaan IPK Terbaik diraih Apt. Andas Firdausi Nuzula, S.Farm.
Penghargaan tersebut diberikan dengan dukungan mitra, yakni PT Heptasari Unggul, PT Herbalindo, dan Apotek Al Wafa. Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari sinergi antara institusi pendidikan dan dunia kerja dalam mendorong lahirnya tenaga kefarmasian yang kompeten dan berdaya saing.
Melalui lahirnya apoteker perdana ini, FIK Umsura menegaskan komitmennya untuk terus mengembangkan pendidikan tenaga kesehatan yang profesional, berintegritas, serta berorientasi pada pelayanan masyarakat. [ina.wwn]




