Lintasan ekstrem Arjuno Bike Park, Kabupaten Pasuruan, menunjukkan taringnya pada putaran kedua kejuaraan downhill bergengsi 76 Ultimate Downhill 2026, Sabtu (17/10) sore. bhirawa/hilmi husain.
Kabupaten Pasuruan, Bhirawa. – Lintasan ekstrem Arjuno Bike Park, Kabupaten Pasuruan, benar-benar menunjukkan taringnya pada putaran kedua kejuaraan downhill bergengsi 76 Ultimate Downhill 2026, Sabtu (17/10) sore.
Trek sepanjang 1.600 meter di lereng Gunung Arjuno yang kering, berdebu tebal, serta dipenuhi bebatuan lepas itu sukses memakan korban.
Tak sedikit downhiller papan atas Tanah Air dari kelas pemula hingga elite bertumbangan akibat terjatuh (crash).
​Namun, ganasnya lintasan berlisensi C2 dari Union Cycliste Internationale (UCI) itu tak menyurutkan langkah Agung Prio Apriliano.
Pebalap asal Kediri dari tim Astrindo Racing yang akrab disapa ‘Super Prilly’tersebut tampil digdaya. Memanfaatkan keunggulannya yang kerap berlatih di lokasi tersebut,
Prio melibas jalur berdebu tanpa cela dan mencatatkan waktu tercepat 2 menit 45,619 detik di kategori Men Elite.
​Catatan waktu Prio mengasapi rival terdekatnya, Putra Ganda Arrozak (Alaska Squad), yang harus puas di posisi kedua dengan raihan 2 menit 49,910 detik.
Sementara urutan ketiga dihuni pebalap Sego Anget Racing Team, Pandu Satrio Perkasa, dengan waktu 2 menit 55,676 detik.
​Prio mengakui perubahan karakter trek besutan penyelenggara membuat persaingan makin sulit diprediksi.
“Debunya sangat tebal dan line-nya berubah terus. Di seeding run tadi saya mencoba terus menekan di seksi yang halus, lalu fokus mengontrol sepeda di seksi yang rawan crash,” kata Prio seusai balapan.
​Sukses mengamankan posisi hot seat membakar optimisme Prio menghadapi babak final run, Minggu (18/10).
Bersama tim mekanik, ia langsung mengevaluasi setelan sepeda demi mengunci podium tertinggi.
“Dan pastinya besok harus lebih maksimal lagi,” tegas Prio.
​Ujian serupa dialami persaingan di kategori Women Elite. Mengandalkan ketenangan dan kontrol penuh, Milatul Khaqimah (rider Nukeproof Axess Racing Team) sukses menjadi yang tercepat setelah membukukan waktu 3 menit 31,492 detik.

Milatul mengungguli Arasy Ikhsaniah Bilqis (Develo Racing Team) di posisi kedua (3 menit 35,670 detik) dan Nining Porwaningsih dari Anindya Racing Team di tempat ketiga (3 menit 39,000 detik).
​”Lintasannya mudah rusak dan ban gampang selip. Kuncinya cuma fokus kontrol sepeda sejak start supaya tidak jatuh,” papar Milatul.
​Event Director 76 Ultimate Downhill 202, Aditya Nugraha menegaskan, karakter tanah gembur dan pergeseran material bebatuan Arjuno Bike Park memang dirancang untuk menguji kecepatan adaptasi 113 pebalap yang turun di 10 kelas berbeda.
“Kondisi dinamis ini justru jadi pembeda sekaligus daya tarik utama dibanding lintasan lain,” imbuh Milatul.
​Sesi pemungkas final run akan digelar Minggu (18/10). Ratusan downhiller dipastikan bakal kembali mengadu nyali dan strategi demi memperebutkan poin krusial di ajang bergengsi kelas dunia,” kata Milatul. [hil.hel]




